Diteror Lewat SMS, Saksi Kasus Angeline Meminta Perlindungan

Arnoldus Dhae    •    03 Juli 2015 14:54 WIB
penemuan jenazah angeline
Diteror Lewat SMS, Saksi Kasus Angeline Meminta Perlindungan
Seorang siswi SD di Solo berdoa untuk Angeline, Ant/ Maulana Surya

Metrotvnews.com, Denpasar: Sejumlah saksi yang memberikan keterangan seputar kematian bocah berusia delapan tahun, Angeline, mengaku mendapat teror. Lantaran itu, Lembaga Perlindungan Korban dan Saksi (LPSK) akan memberikan pendampingan kepada mereka.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Divisi Penerimaan Permohonan LPSK, Susilaningtias, saat ditemui di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Bali. Susilaningtias mengatakan saksi mengaku mendapat ancaman yang dikirim melalui pesan singkat atau short message service (SMS).

"Itu sedang kami pertimbangkan secara serius. Itu yang mereka butuhkan," kata Susilaningtias, Jumat (3/7/2015).

Susi menyebutkan mekanisme perlindungan saksi sudah diatur. Sehingga keputusannya akan ditentukan dalam rapat LPSK dan hasilnya disampaikan dalam rentang waktu 30 hari kerja.

"Jika sebelum kami putuskan tiba-tiba ada kejadian yang dialami saksi, kami bisa memberikan perlindungan darurat," paparnya.

Perlindungan darurat maksimal yang diberikan bisa berupa rumah aman. "Perlindungannya tergantung situasi dan ancaman yang diterima. Kalau mendesak bisa rumah aman," katanya.


(RRN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /