Ahli: KPK Telah Melawan Hukum

Achmad Zulfikar Fazli    •    04 Juli 2015 07:04 WIB
praperadilan
Ahli: KPK Telah Melawan Hukum
Mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin berbincang dengan kader Partai Demokrat Sulawesi Selatan di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5). (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ahli Hukum Pidana Chaerul Huda mengkritisi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kembali menjerat bekas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Dia menilai KPK telah melawan hukum dengan menetapkan seseorang menjadi tersangka dalam kasus yang sama untuk kedua kalinya.

Menurut dia, KPK seharusnya tidak lagi menjerat Ilham karena status tersangkanya telah gugur demi hukum setelah dinyatakan tidak sah dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Namun lembaga antikorupsi justru menjadi Ilham sebagai pesakitan dalam kasus dugaan korupsi kerja sama rehabilitasi dan transfer kelola air di PDAM Makassar tahun 2006-2012.

"Jika KPK ingin menerbitkan Sprindik baru maka harus dengan kasus yang berbeda, bukan dengan kasus yang sama. Lihat saksi-saksi yang berubah hanya tanggalnya saja. Sementara pertanyaan dan keterangan yang disampaikan sama. Penetapan tersangka terhadap dua perkara yang sama untuk kedua kalinya bertentangan dengan asas nebis en idem," kata Chaerul saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2015).

Chaerul menyayangkan sikap KPK yang terkesan tidak sungguh-sungguh dalam mengikuti sidang praperadilan kedua Ilham."Pada sidang pertama KPK tidak hadir. Sementara pada sidang kedua mereka hanya mengirimkan utusan. Ini adalah sidang ketiga," tambah Chaerul.

Dosen Universitas Muhamadiyah Jakarta ini juga menyesalkan langkah KPK yang tetap melakukan pemanggilan, baik pada saksi maupun tersangka, di saat proses praperadilan berlangsung. Padahal, kata dia, sah atau tidaknya penetapan tersangka Ilham baru akan ditentukan dalam sidang praperadilan ini.

Tak hanya itu, dida juga menilai KPK juga telah mengabaikan putusan praperadilan pertama Ilham. Sebab, KPK tidak memulihkan nama baik Ilham yang telah menang dalam sidang praperadilan.

Ilham Arief sempat lepas dari status tersangka setelah berhasil memenangkan sidang praperadilan di PN Jaksel, 12 Mei 2015 lalu. PN Jaksel mengabulkan gugatan bekas Wali Kota Makassar ini karena KPK tak punya cukup bukti dalam menjerat sebagai tersangka.

Kemudian, KPK kembali menetapkan Ilham Arief menjadi tersangka dengan menerbitkan Sprindik baru. Dia dijerat dengan kasus yang sama yakni, Kerja sama rehabilitasi dan transfer kelola air di PDAM Makassar tahun 2006-2012.

Dalam kasus ini, Ilham Arief disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(OGI)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /