Kegesitan Yulinika Antarkan Korban Kecelakaan Hercules ke Keluarga

Renatha Swasty    •    04 Juli 2015 08:47 WIB
hercules jatuh di medan
Kegesitan Yulinika Antarkan Korban Kecelakaan Hercules ke Keluarga
Yulinika, supir ambulans perempuan yang turut berjasa mengantar korban Hercules. (Foto: MTVN/Renatha Swasty)

Metrotvnews.com, Medan: Kesibukan identifikasi jenazah korban Hercules C-130 di RSUP Adam Malik, Medan, kembali berlangsung pada Jumat (3/7/2015) pagi. Tim forensik berjibaku dengan waktu sebab memasuki hari keempat, jenazah mulai mengalami pembusukan.

Seiring sibuknya tim forensik di kamar jenazah, satu persatu mobil jenazah ikut parkir di depan kamar jenazah. Mereka akan secepat kilat mengantar jenazah yang sudah teridentifikasi untuk diserahkan ke keluarga korban.

Adalah Yulinika atau biasa dipanggil Y. Perempuan 25 tahun itu, mengendarai pelan mobil jenazahnya dan memarkir di depan kamar jenazah.

Y, jadi orang pertama yang masuk membawa mobil jenazahnya. Kira-kira pukul 08.00 WIB, perempuan bertubuh tambun dan mengenakan jilbab itu duduk di bangku kemudi.


Yulinika saat bertugas.

Dia jadi salah satu relawan yang membantu mengantar jenazah baik dari tempat kejadian ke RSUP Adam Malik dan membawa jenazah dari RSUP Adam Malik ke tempat jenazah diserahkan yakni ke RSAD Putri Hijau maupun Lanud Soewondo.

Sudah puluhan kali dia bolak balik mengantar jenazah sejak ikut jadi relawan sejak Rabu (1/7/2015). Diketahui, Y ialah anggota dari Lembaga Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia sejak 2012.

"Memang hobi. Memang senang di kemanusiaan," kata Y ditemui di RSUP Adam Malik, Jumat kemarin.

Sejak masuk Bulan Sabit Merah, Mahasiswi Soetomo Medan itu dilatih untuk dapat mengevakuasi korban bencana atau musibah. Pekerjaan kemanusiaan pertamanya saat ada tanah langsor di Tanah Karo.

"Sebelum kejadian itu, saya memang dilatih membawa mobil. Jadi waktu kejadian, saya yang bawa mobilnya. Ganti-gantian kita," beber Y.

Sebagai satu satunya pembawa mobil jenazah wanita di musibah Hercules C130 ini, Y tak merasa ciut. Dia tak takut bila harus mengendarai mobil jenazah sendirian dengan bawaan jenazah di belakangnya.

"Kalau udah emergancy sudah enggak ada rasanya. Baunya juga sudah enggak ada rasanya," kata Y sambil tertawa kecil.

Tak berapa lama usai berbicang, Y mendapat panggilan untuk membawa jenazah pertamanya hari ini, ke Lanud Soewondo. Dia membawa jenazah nomor kantung 127 atas nama Syariah.

Dia membawa mobil jenazah tanpa ragu. Usai peti dimasukkan, mobil jenazah dia gas kencang dan langsung menghilang dari pandangan.


(OGI)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

16 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /