Menteri Yohana Puji Partisipasi Publik dalam Kasus Kekerasan Anak di Cipulir

Cornelius Eko Susanto    •    05 Juli 2015 11:53 WIB
penganiayaan anak
Menteri Yohana Puji Partisipasi Publik dalam Kasus Kekerasan Anak di Cipulir
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. DR. Yohana Susana Yembise. Foto: MI/Hamdi Jempot.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Yohana Yembise memuji langkah warga Kompleks Cipulir Permai RT 4/2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang melaporkan adanya dugaan kasus kekerasan pada anak ke aparat terkait.

“Ini merupakan bentuk dari partisipasi masyarakat dalam upaya menekan kasus kekerasan pada anak,” kata Yohana, di Jakarta, Sabtu (4/7/2015).

Menurut Yohana, peran serta masyarakat adalah kunci untuk menekan maraknya kasus kekerasan anak yang terjadi di Indonesia. Menurut dia, tetangga, guru di sekolah, dan petugas kesehatan di puskesmas atau rumah sakit (RS) merupakan ‘mata’ dan ‘telinga’ aparat untuk menunjukan adanya kasus kekerasan pada anak.

Kepedulian tetangga, guru dan tenaga medis pada kasus dugaan kekerasan pada anak, dapat mencegah kejadian yang lebih fatal pada para anak korban kekerasan. Dia mencontohkan, kasus kematian Angeline, di Bali, sebetulnya tidak perlu terjadi jika guru atau tetangga yang mengetahui adanya dugaan kekerasan pada almarhum, segera melapor.

Lebih jauh Yohana menyatakan, kasus yang terjadi di Cipulir itu, menambah panjang kasus kekerasan pada anak yang dilakukan di dalam rumah tangga.

Diketahui sebelumnya, FT melaporkan dugaan tindak kekerasan anak pada bocah berusia 12 tahun berinisial GT. FT mengaku, dalam tiga bulan terakhir melihat anak malang tersebut sering menangis dan mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya akibat dianiaya oleh LSR, 47, yang merupakan ibu kandungnya sendiri.

Tidak tahan dengan perlakuan ibunya, GT sering kabur ke rumah FT yang notabene merupakan tetangga korban. Puncak tindak kekerasan terjadi ketika tangan GT luka parah, dan kabarnya digergaji oleh ibunya sendiri. Merasa kasihan dengan nasib bocah tersebut, akhirnya FT berinisiatif melaporkan adanya dugaan kekerasan pada anak ke Polres Metro Jakarta Selatan.


(DRI)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

3 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /