Liga Indonesia Buka Bursa Transfer Pemain mulai Akhir April

- 05 April 2013 23:25 wib
Antara/Yudhi Mahatma/vg
Antara/Yudhi Mahatma/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa transfer pemain sepakbola Tanah Air khususnya kompetisi yang dikelolah PT Liga Indonesia akan mulai dibuka akhir April.

"Bursa transfer akan dibuka sejak usainya kompetisi yang diprediksi berakhir pada 28 April hingga dua minggu ke depannya," ungkap CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono di kantor PSSI, Jumat (5/4).

Liga Indonesia dipastika akan memulai kembali musim kompetisi pada Mei.

Lebih lanjut, Joko mengatakan ada keinginan dari 11 klub yang berlaga di divisi utama PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) untuk bergabung dengan PT LIga Indonesia.

"Keinginannya (mereka) untuk bisa berkompetisi atau dikelolah oleh PT Liga Indonesia," ujar Joko.

Mengenai keinginan 11 klub itu, pihaknya tidak bisa memastikan apakah bisa bergabung atau tidak karena kewenangannya ada pada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Kami hanya menyarankan bahwa adress-nya ke PSSI, dan suratnya sudah benar. Silahkan PSSI yang memfolow up," tukasnya.

Dikatakan dia, mengenai keinginan 11 klub LPSI itu dipastikan akan dibahas di rapat komite eksekutif PSSI. "Saya mendengar itu akan menjadi salah satu yang diagendakan untuk diputuskan di rapat esko (eksecutive commitee)," pungkasnya. (Haufan Hasyim Salengke)

()

INGGRIS
SPANYOL
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.