ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Jadi 5%

Husen Miftahudin    •    07 Juli 2015 12:30 WIB
pertumbuhan ekonomi
ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Jadi 5%
Ilustrasi -- FOTO: MI/RAMDANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2015 ini menjadi lima persen.

Deputy Country Director ADB Indonesia, Edimon Ginting mengatakan, revisi tersebut karena tiga alasan. Pertama, kontribusi pemerintah terhadap pertumbuhan diprediksi akan lebih rendah dari proyeksi awal.

"Rendahnya kontribusi karena keterlambatan penyerapan anggaran dan pendapatan pajak yang lebih rendah dari perkiraan semula," ujar Edimon dalam Paparan Tengah Tahun ADB tentang Ekonomi Indonesia di Gedung BRI II, Jalan Jenderal Sudirman Kav 44-46, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).

Kedua, lanjut dia, karena tertundanya dampak positif dari reformasi ekonomi seperti pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM), perbaikan peraturan akuisisi lahan, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menyederhanakan perizinan investasi.

"Dampak positif dari kebijakan pemerintah tersebut masih belum terasa pada semester pertama tahun ini," paparnya.

Alasan ketiga, yakni pemulihan ekspor yang mengalami penundaan karena terus menurunnya harga-harga komoditas dan melemahnya pertumbuhan di berbagai mitra utama perdagangan Indonesia seperti Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Menurut Edimon, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan membaik pada semester kedua, ini karena dukungan belanja pemerintah dan net ekspor yang semakin pulih. Belanja pemerintah aktual diprediksi hanya mencapai 85 persen dari target, sekitar 88 persen akan dibelanjakan pada semester kedua 2015 ini, atau naik sebesar 94 persen dari semester kedua tahun lalu.

Kontribusi net ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan membaik dibandingkan 2014. Ini didukung oleh menurunnya impor akibat depresiasi rupiah. Ekspor dan investasi akan mulai membaik tahun depan untuk membawa pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6 persen pada 2016.

"Inflasi diperkirakan akan melemah secara bertahap menjadi sekitar 4-4,5 persen menjelang akhir tahun. Namun Bank Indonesia (BI) diproyeksikan akan tetap berfokus pada stabilitas ekonomi, dikarenakan ketidakpastian kondisi ekonomi global," pungkas Edimon.

Sebelumnya, pada awal tahun ini ADB memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2015 berada posisi 5,5 persen.


(AHL)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

2 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /