Margriet Bisa Dihukum Lebih Berat Jika tak Kooperatif

Arnoldus Dhae    •    07 Juli 2015 16:00 WIB
penemuan jenazah angeline
Margriet Bisa Dihukum Lebih Berat Jika tak Kooperatif
Ibu angkat Angeline, Margriet Megawe, saat menjalani rekonstruksi pembunuhan. Foto: Antara/Nyoman Budhiana

Metrotvnews.com, Denpasar: Penyidik Kepolisian Daerah Bali tetap berharap Margriet mau diperiksa pascapenetapan dirinya sebagai tersangka utama pembunuhan Angeline. 

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Hery Wiyanto saat ditemui di Mapolda Bali, Selasa (7/7/2015). 

Menurutnya, bila tetap tidak mau diperiksa sebagai tersangka, penyidik menyiapkan berita acara yang menjelaskan bahwa tersangka adalah benar pembunuh Angeline. "Jika berita acara itu benar saat diuji di pengadilan, maka hukuman akan lebih berat lagi," ujarnya.

Ia menegaskan penolakan untuk diperiksa merupakan hak tersangka. Kalau pun diperiksa tersangka menjawab tidak tahu, atau menyangkal pertanyaan, itu juga merupakan hak tersangka. 

"Penyidik tidak akan memaksa tersangka. Tetapi kalau tidak mau diperiksa, maka akan merugikan tersangka. Karena dalam penetapan tersangka, penyidik sudah mengantongi dua alat bukti pendahuluan yang menjeratnya sebagai tersangka," ujarnya.

Hery mengatakan Margriet bisa dikenakan pasal berlapis di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pasal-pasal yang menjeratnya antara lain Pasal 338, Pasal 340, dan Pasal 353. Di Pasal 340 tercantum mengenai pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Angeline ditemukan terkubur tak bernyawa di halaman belakang rumahnya pada 10 Juni lalu. Agustinus yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga awalnya menjadi tersangka tunggal dalam kasus itu. Namun, setelah tiga alat bukti ditemukan, Margriet diduga kuat menjadi otak pembunuhan anak angkatnya itu. Polisi pun segera menetapkannya sebagai tersangka utama.


(UWA)

Video /