Kasus Penjualan Kondesat

Malam Ini Penyidik Pemeriksa HW Berangkat ke Singapura

Githa Farahdina    •    08 Juli 2015 12:29 WIB
korupsi migas
Malam Ini Penyidik Pemeriksa HW Berangkat ke Singapura
Brigjen Pol Victor Simanjuntak. Foto: Aedy Azeza Ulfi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik kasus dugaan korupsi pada penjualan kondensat segera berangkat ke Singapura. Mereka akan memeriksa tersangka kasus ini, Honggo Wendratno, yang tengah dirawat karena sakit jantung di Negeri Singa itu.  

"(Pemeriksaan) HW, saya berangkat malam ini memeriksa HW," kata Direktur Tipideksus Brigjen Victor Simanjuntak di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015).

Pemeriksaan, kata Vicktor, akan digelar besok sampai lusa. Namun tak menutup kemungkinan Sabtu kembali dilakukan pemeriksaan jika keterangan bekas pemilik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dianggap masih kurang. Pasalnya, banyak hal yang harus didalami terkait kasus ini.

"Ya karena pertanyaannya banyak, saya tidak bisa menentukan berapa hari. Itu sangat tergantung kepada yang bersangkutan apakah menguasai datanya atau mungkin terbuka apa tidak, kan gitu," terang Victor.

Beberapa hal yang akan didalami adalah persoalan TPPI, masalah pembayaran, penjualan dan beberapa hal lain.

"Masalah-masalah kerja sama, baik itu kerja sama dengan pemerintah, politama, argo dan sebagainya. Banyak, sangat banyak sekali," tambahnya.

Kasus dugaan korupsi penjualan kondensat ini bermula pada Oktober 2008, saat BP Migas (kini SKK Migas) menunjuk langsung PT TPPI sebagai penjual kondensat. Perjanjian kontrak kerja sama kedua institusi itu baru ditandatangani Maret 2009. Penunjukkan langsung TPPI sebagai mitra penjualan SKK Migas dipersoalkan lantaran perusahaan itu sedang dalam kondisi tak sehat secara finansial sehingga tidak layak dijadikan mitra penjualan. 

Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang Pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Hingga Maret 2010, proses penjualan justru mengakibatkan piutang sekitar 160 juta dolar AS atau Rp2 triliun. Meski begitu, proses penjualan kondensat terus dilanjutkan hingga piutang makin membengkak. Sejauh ini penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni bekas Kepala Badan Pelaksana Minyak dan Gas (BP Migas) Raden Priyono, bekas Deputi Finansial BP MIgas Djoko Harsono, serta pemilik lama TPPI Honggo Wendratno. 



(KRI)


Sebelum Hadapi Liverpool, Skuat Roma Kenang Tragedi Hillsborough
Jelang Liverpool vs AS Roma

Sebelum Hadapi Liverpool, Skuat Roma Kenang Tragedi Hillsborough

33 minutes Ago

Rombongan tim AS Roma, termasuk jajaran pelatih dan para pemainnya telah tiba di Liverpool pada…

BERITA LAINNYA
Video /