Pasha "Ungu" Blak-blakan Soal Politik

Agustinus Shindu Alpito    •    08 Juli 2015 12:38 WIB
pasha ungu
Pasha
Pasha (Foto:MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sigit Purnomo Said atau lebih dikenal dengan nama Pasha, kian mantap terjun ke dunia politik.

Melalui Partai Amanat Nasional, vokalis Ungu ini resmi menjagokan diri sebagai calon Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Saat ditemui di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015), Pasha serius ketika bicara soal politik.

Pria yang jika di atas panggung menyanyikan lagu cinta mendayu-dayu itu mendadak tegas dan mencoba mentransformasikan pikirannya yang lapang soal masa depan bangsa.

"Bukan (soal) masalah apa yang dibenahi (ketika menduduki jabatan). Pekerjaan rumah kita banyak. Bukan hanya Palu, tapi Indonesia secara luas. Masyarakat hari ini hanya bisa berharap. Kalau kita punya harapan, kita harus menjadi bagian (dalam mewujudkannya). Kalau bergerak dan berharap harus berada di dalam (pemerintahan)," kata Pasha.

Saat disinggung tentang potensi daerah yang akan dikembangkannya kelak jika terpilih, Pasha berapi-api menjelaskan.

"Kita bicara potensi dari dulu. Itu kayaknya kata yang luar biasa. Saya tidak suka kata 'potensi.' Kenapa kita selalu bicara potensi? Realisasi dong," cetusnya.

Sebagai putra kelahiran Sulawesi Tengah, Pasha menyatakan, sudah menjadi bagian dan tanggung jawabnya untuk mengabdi kepada kampung halaman.

"Saya putra daerah. Kita berkewajiban. Kalau nilai jual (dalam kampanye), kita ukur dari mana? Banyak yang kita bilang bagus, tetapi (saat menjabat di pemerintahan) nongkrong di Kuningan (tahanan KPK)," urai Pasha.

Pada penghujung pembicaraan, Pasha mencoba menganalogikan bahwa politik tak ubahnya seni. Hal yang telah diakrabinya sejak lama.

"Politik itu seni. Yang dipelajari di kampus hanya teori. Politik itu sama seperti hati, dibawa jahat bisa jadi jahat, dan dibawa baik jadi baik. Semua ini konteksnya pelayanan. Politisi itu melayani. Kalau ada yang mengaku politisi, tapi tidak melayani masyarakat, itu yang jadi persoalan," tutupnya.


(ROS)