Bank Dunia: Reformasi Penetapan Harga BBM Bikin Pemerintah Tidak Konsisten

Eko Nordiansyah    •    08 Juli 2015 16:42 WIB
ekonomi indonesia
Bank Dunia: Reformasi Penetapan Harga BBM Bikin Pemerintah Tidak Konsisten
ekspor (ANTARA FOTO, M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan, kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berjalan tidak konsisten. Padahal kebijakan tersebut diharapkan mampu memperbaiki kondisi defisit neraca berjalan dan alokasi anggaran pemerintah.

"Fuel price ada ketidakpastian. Implementasi dari formula BBM nggak konsisten. Harga di market dan penyesuaian oleh pemerintah tidak sama," ujar dia di The Energy Building, SCBD, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Hal ini membuat masyarakat kebingungan. Selain itu, ada kekahawatiran jika belanja subsidi yang sifatnya boros dan regresif akan meningkat  meskipun sudah ada penghematan subsidi BBM sehingga membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, ketidakpastian dalam menentukan harga BBM disebabkan harga minyak dunia yang cenderung terus bergerak, sehingga dalam menentukan harganya perlu diputuskan dalam jangka waktu tertentu.

Pemerintah juga mempertimbangkan banyak aspek yang mungkin bisa dipengaruhi akibat perubahan harga BBM, seperti puasa dan lebaran. Meskipun, dirinya memastikan bahwa anggaran subsidi BBM jenis premium sudah dihapuskan. 

"Alternatif harga di pom berubah setiap hari, diubah dalam interval waktu tertentu. Kita pastikan nanti. Tapi yang bisa saya sampaikan, di dalam APBN, harga item cost untuk bayar subsidi premium nol. Pemerintah enggak boleh keluarin itu," tandas dia.


(SAW)