Teten: Perpres Antikriminalisasi Bukan Untuk Lindungi Pejabat

Desi Angriani    •    08 Juli 2015 18:46 WIB
kabinet kerja
Teten: Perpres Antikriminalisasi Bukan Untuk Lindungi Pejabat
Teten Masduki (kanan). Foto: Antara/Prasetyo Utomo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki menegaskan, Pepres Antikriminalisasi yang tengah disusun pemerintah bukan untuk memberi perlindungan hukum terhadap pejabat, melainkan mempercepat proses pembangunan.

"Jadi tidak ada yang menyangkut soal perlindungan pejabat ya. Itu kan wilayahnya Undang-Undang, bukan wilayah Perpres atau Inpres kalau masalah pidana," kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Teten menjelaskan, Perpres tentang percepatan pembangunan itu dalam tahap finalisasi. Menurutnya, perpres yang diusulkan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian ini bertujuan untuk menyederhanakan regulasi yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Seperti proyek pembangunan pembangkit litrik 35 ribu mega watt.

"Misal proyek 35 ribu megawatt. Satu tower izinnya tersendiri, kalikan 16 ribu. Kalau tidak disederhanakan, ini tidak akan bisa terealisasi dalam lima tahun," pungkas mantan pegiat antikorupsi ini.

Hal yang sama pernah disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil. Sofyan menganggap perlu dilakukan komunikasi lebih jauh kepada publik mengenai peraturan ini, agar tak terjadi salah paham terhadap penerbitannya. Sebab, perpres ini mendorong kepala daerah untuk mempercepat pembangunan di daerahnya.

"Kita perlu komunikasi karena kalau tidak nanti ada kesan seolah kita itu kompromi dengan korupsi. Itu kan tidak boleh, tapi ini untuk memperlancar pelaksanaan program pemerintah," kata Sofyan, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin 6 Juli.

Namun, Menteri Sekretaris Negara Pratikno membantah kabar pemerintah akan menebitkan peraturan presiden (perpres) maupun instruksi presiden (inpres) yang berkaitan dengan antikriminalisasi pejabat. Menurutnya, perpres tersebut tidak ada.

"Enggak. Saya belum tahu. Kelihatannya tidak ada Perpres tentang itu," kata Pratikno, kemarin.


(DRI)


Berburu Buah Tangan nan Murah Khas Rusia

Berburu Buah Tangan nan Murah Khas Rusia

15 hours Ago

Rusia memilki buah tangan yang unik serta menarik untuk menjadi oleh-oleh. Cokelat dan parfum m…

BERITA LAINNYA
Video /