Lima Belas Kasus Korupsi Dirampungkan Kejati Jabar

Jaenal Mutakin    •    10 Juli 2015 01:14 WIB
kasus korupsi
Lima Belas Kasus Korupsi Dirampungkan Kejati Jabar
Aksi LSM di depan Kejati Jawa Barat (MTVN/ Jawa Barat)

Metrotvnews.com, Bandung: Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sepanjang tahun 2014 sampai 2015, telah mengungkap sebanyak 15 kasus korupsi. Sementara status tahanan saat ini menjadi tanggung jawab Pengadilan Negeri Tipikor.

"Dari awal periode 2014 sampai sekarang itu ada 15 kasus korupsi telah kita ungkap dan saat ini semua berkas perkara dipersidangan sudah kita serahkan semuanya," ujar Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Suparman, di Kantornya Jalan Riau Bandung, Kamis (09/07/2015).

Suparman menegaskan, untuk pengungkapan kasus korupsi di wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat hingga saat ini dipastikan terbebas dari tendensi pribadi, apalagi kepentingan politik.

"Ada laporan kita tindak lanjuti. Ada indikasi kita tingkatkan ke penyidikan asalkan semuanya sudah terukur. Kita terbebas dari kepentingan golongan apalagi kekuasaan," paparnya.

Sekalipun itu penetapan tersangka hingga melakukan penahanan, dijalankan sesuai mekanisme yang berlaku tanpa melanggar hak asasi Manusia kepada yang terjerat.

"Kita objektif, menyikapi segala perkara dengan profesional dan melaksanakannya secara proporsional,"pungkas Suparman.

Suparman menjelaskan tingkat kerumitan dalam pengungkapan kasus Korupsi, tidak bisa dikategorikan ringan dan sulit.

"Dari 15 kasus yang hingga saat ini sudah ditangani, semuanya rumit. Tinggal bagaimana dari tim penyidik menyikapi kasus tersebut secara objektif dengan pemikiran yang matang," ujar Suparman.

Suparman memaparkan, tindakan represif bukan prioritas tim penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, lantaran, tindakan yang merupakan extra ordinary crime itu adalah kejahatan yang mengakibatkan kerugian Negara.

"Yang terpenting dalam pengungkapan kasus Korupsi, Kajaksaan Tinggi Jawa Barat memprioritaskan bagaimana kerugian negara yang ditetapkan agar bisa terkembalikan," katanya.

Meski demikian, mengadili tersangka meskipun yang bersangkutan mengembalikan kerugian negara, bersalah atau tidaknya akan diungkapkan diproses peradilan di meja hijau.

"Setiap pengungkapan kasus korupsi, kalau kerugian negara dikembalikan bukan berati perkara dihentikan, mengadili di persidangan sampai putusan tetap dijalankan sampai akhir," pungkasnya.


(MEL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /