Romi Herton dan Istrinya Dieksekusi ke Bandung

Yogi Bayu Aji    •    10 Juli 2015 11:59 WIB
suap mk
Romi Herton dan Istrinya Dieksekusi ke Bandung

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Wali Kota Palembang Romi Herton dan istri, Masyito, akan dipindahkan dari Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya dikirim ke Bandung, Jawa Barat.

"Iya, rencananya hari ini akan dieksekusi Romi," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2015).

Romi dibawa ke Lapas Sukamiskin, Bandung, sedangkan Masyito digiring ke Lapas Wanita Bandung. Pasangan suami-istri ini diangkut dari Rutan KPK sekitar pukul 10.05 WIB.

Saat ke luar, keduanya tak mau menanggapi satu pun pertanyaan wartawan. Keduanya memilih langsung masuk ke mobil tahanan yang akan membawanya ke Kota Kembang.

Pada Kamis 18 Juni, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding Romi dan Masyito. Pengadilan menyatakan keduanya terbukti bersalah dalam kasus suap sidang sengketa pemilihan kepala daerah Kota Palembang, pada 2013 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Elang Prakoso Wibowo, Romi divonis tujuh tahun penjara. Masyito diganjar lima tahun bui. Keduanya juga kena pidana denda Rp200 juta. Apabila tidak dibayar, mereka harus menjalani pidana kurungan selama dua bulan.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, juga menjatuhkan pidana tambahan buat Romi dan Masyito berupa berupa pencabutan hak dipilih dan memilih selama lima tahun. Vonis jauh lebih berat tahun dari vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Pada 9 Maret lalu, majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis enam tahun buat Romi. Sementara Masyito diberi hukuman empat tahun bui. Keduanya tak dikenakan hukuman tambahan pencabutan hak dipilih dan memilih.

Dalam pertimbangan hakim, keduanya terbukti menyuap bekas Muhammad Akil Mochtar saat dia menjabat sebagai ketua MK. Fulus senilai Rp11,3 miliar dan USD316 ribu mengalir ke Akil melalui Perantara Muhtar Ependy.

Vonis dari Pengadilan Tinggi sejatinya masih lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut KPK. Mereka menuntut Romi dengan hukuman sembilan tahun penjara sedangkan Masyitoh selama enam tahun penjara.

Namun, baik jaksa dan para terdakwa akhirnya menerima putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Mereka memutuskan tak mengajukan kasasi terhadap putusan tersebut.


(TII)