Situasi Yunani Krisis, WNI Belum Dipulangkan

Fajar Nugraha    •    10 Juli 2015 13:52 WIB
ekonomi yunani
Situasi Yunani Krisis, WNI Belum Dipulangkan
Pensiunan Yunani yang tidak bisa mengambil uangnya di ATM (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi Yunani yang saat ini dilanda krisis ekonomi, tidak membuat Pemerintah Indonesia untuk memulangkan WNI yang berada di sana.

"Soal WNI dari Athena, kami belum ada program pemulangan resmi. Memang beberapa waktu lalu kami pulangkan satu jenazah TKI undocumented (tidak memiliki dokumen) dari Athena," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (10/7/2015).

"Namum demikian memang kita ada kekhawatiran dengan situasi di Yunani sejak lama. Karena dari sekitar 1.900 wni terdapat sekitar 700 lebih yang berstatus overstayer dan banyak dari mereka bekerja di sektor domestik," lanjutnya.

Menurut Iqbal WNI yang overstayer atau melebihi batas waktu tinggal ini ditempatkan melalui jalur individu, bukan perusahaan penempatan.

"Kami melihat mereka ini rentan. Kami sudah meminta KBRI Athena melakukan update data dan membuat assesment mengenai kemungkinan mendorong pemulangan melalui mekanisme deportasi," tutur Iqbal.

Yunani, negara dengan luas sekitar 131 ribu kilometer persegi, terletak di ujung selatan Semenanjung Balkan Eropa, terkenal sebagai salah satu pusat peradaban tertua dunia di masa lalu. Namun, fakta menunjukkan saat ini negara berpenduduk 11,2 juta jiwa (2,2% penduduk Uni Eropa) tersebut gagal membayar utangnya (default) kepada International Monetery Fund (IMF) yang jatuh tempo 30 Juni 2015 sebesar 1,5 miliar atau setara Rp22 triliun.

Nilai gagal bayar tersebut sebenarnya hanya sebagian kecil dari jumlah utang luar negeri Yunani yang diperkirakan mencapai sekitar 243 miliar, yakni Jerman menjadi kreditur terbesar bagi Yunani. Pada 2010, Yunani memiliki utang luar negeri obligasi pemerintah sebesar 198 miliar, yaitu 74,1 miliar dari jumlah tersebut jatuh tempo pada akhir 2015. Sisanya jatuh tempo setiap tahun selama 2011-2014, dengan jumlah kewajiban pembayaran per tahunnya sekitar 31 miliar.

Sebenarnya Yunani berpeluang untuk menghindari default untuk utangnya terhadap IMF yang jatuh tempo 30 Juni lalu jika menerima dana bantuan dari Troika (Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, dan IMF) sebesar 7,2 miliar untuk membayar utangnya. Namun, bantuan tersebut disertai beberapa persyaratan, di antaranya dengan memangkas dana pensiun pegawai pemerintah yang membebani APBN Yunani dan menaikkan pajak.

Sejumlah pengamat mengatakan bahwa pinjaman baru untuk Yunani tersebut bersifat unsustainable dan langkah penghematan (austerity) yang menjadi persyaratan justru membuat beban utang semakin buruk karena mendorong perekonomian Yunani kembali dalam resesi salah satunya akibat penurunan daya beli masyarakat.


(FJR)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

3 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /