Pengacara Tertangkap Suap

DPN Peradi: Gambar Kegagalan Membangun Peradilan Bersih

Krisiandi    •    10 Juli 2015 18:18 WIB
kpk tangkap hakim ptun
DPN Peradi: Gambar Kegagalan Membangun Peradilan Bersih
Hary Ponto (kiri) dan Juniver Girsang. Foto: Sahrul Manda Tikupadang/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum DPN Peradi Juniver Girsang menyampaikan apresiasi terhadap KPK yang membongkar upaya suap pengacara terhadap tiga hakim PTUN Medan. Namun demikian, kata dia, peristiwa itu menggambarkan kegagalan dalam membangun peradilan bersih.

Dia mengatakan penangkapan ini menunjukkan beberapa hal. Pertama, praktik korupsi, khususnya korupsi yudisial, masih terjadi; kedua, usaha-usaha preventif untuk mencegah terjadinya praktik korupsi, khususnya korupsi yudisial, baik yang dilakukan KPK maupun institusi Pengadilan, dan Organisasi Advokat, belum efektif berjalan. 

Lalu, ketiga, semua institusi penegak hukum, termasuk Peradi, masih memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk memastikan tidak terjadinya praktik-praktik korupsi yudisial seperti yang terjadi di Medan.

“Tanpa mengabaikan prinsip praduga tidak bersalah, selaku pimpinan Peradi, kami tentu sangat sesalkan atas terjadinya praktik suap yang melibat Ketua PTUN, dua hakim, panitera, dan pengacara, di Medan, itu. Tetapi hal ini juga menggambarkan kegagalan kita semua dalam usaha membangun peradilan yang bersih bebas korupsi. Ini gambaran borok luka kita semua yang sama-sama harus kita sembuhkan,” ungkap Juniver Girsang dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2015).
 
Hal senada diungkapkan Harry Ponto, Wakil Ketum DPN Peradi. Menurutnya, Peradi tidak cukup bersikap reaktif dan semata-mata bersemangat menjatuhkan hukuman pelanggaran kode etik terhadap pengacara yang terlibat dalam kasus tersebut. 

"Peradi juga harus bercermin, apakah selama ini Peradi telah berperan dalam membangun kualitas profesi advokat berbasis ketaatan pada etika dan moral sehingga advokat tidak melakukan perbuatan tercela seperti itu,” ungkap Harry.
 
Harry Ponto juga menegaskan, Peradi harus jadi pengawas bagi para anggotanya. “Pengawasan terhadap anggotanya itu merupakan tugas dan tanggung jawab Peradi. Untuk itu ke depan, penting sekali dibangun kemitraan strategis antara Peradi dengan institusi penegak hukum lainnya dalam rangka pencegahan praktik-praktik korupsi yudidisial seperti yang terjadi di Medan itu,” kata Harry. 



(KRI)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

4 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /