Bermula dari Impor, Ayo Produksi Pangan Sendiri

Ade Hapsari Lestarini    •    10 Juli 2015 18:23 WIB
kementan ads
Bermula dari Impor, Ayo Produksi Pangan Sendiri
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo berharap apa yang diimpor oleh Indonesia, juga harus dapat diproduksi sendiri. Dia mencontohkan, selama ini Indonesia mengimpor beras, sehingga ke depannya diharapkan dapat memproduksi beras sendiri.

"Dari Oktober hingga Juli kita bisa menahan untuk tidak impor. Meski pada Januari ada gejolak. Akan tetapi kita berani," ujar pria yang kerap disapa Jokowi saat berbuka puasa bersama, seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan Kementan, Jumat (10/7/2015).

Selanjutnya, penghentian impor juga diharapkan untuk komoditas gula, kedelai dan jagung. Dia memperkirakan, bila impor pangan dihentikan maka Indonesia dapat menghemat sekitar Rp300 triliun-Rp320 triliun.

"Namun, ini tidak bisa langsung dilakukan, membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga tahun," ujarnya.

Presiden Jokowi pun memuji cara kerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Khususnya dalam hal mengendalikan harga-harga komoditas pangan saat momen Ramadan dan Lebaran.

Pujian untuk Menteri Amran di antaranya bagaimana menangani kenaikan harga bawang merah pada awal Juli yang lalu. Amran langsung turun ke lapangan berkomunikasi dengan para petani bawang dan memborong hasil panen petani untuk dipasarkan ke daerah-daerah yang dianggap rawan bergejolak harga pangannya.

"Mentan enggak pernah di kantor, kalau rapat pamit, seharusnya memang seperti itu, harus mengerti di lapangan. Bukan hanya soal teken meneken di kantor saja. Target yang diberikan Mentan Amran Sulaiman ke provinsi juga jelas," jelas Jokowi.


(AHL)


Video /