Tiga Pekerja Nekat Bawa Kabur Uang Klien Rp1.4 Miliar

Renatha Swasty    •    11 Juli 2015 01:24 WIB
kriminal
Tiga Pekerja Nekat Bawa Kabur Uang Klien Rp1.4 Miliar
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga orang yang bekerja di perusahaan jasa keamanan pengisi uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM), PT Armorindo Artha nekat membawa kabur uang salah satu kliennya. Ketiganya, melarikan diri dengan membawa uang Rp1.4 miliar.

Erik, Toyo dan Udin diketahui bekerja di PT Armorindo Artha. Ketiganya direkrut oleh PT Labora, masing masing bekerja sebagai sopir dan sekuriti.

Kejadian bermula ketika Erik sopir di PT Armorindo Artha tengah bertugas untuk memasukkan uang tunai milik bank swasta ke ATM. Erik tak sendiri, saat pengisian uang ia bertugas bersama Petrus Laoly (sekuriti), Edhy Dhanarto (sekuriti), dan Abdul Muis (staf PT Armorindo Artha).

"Laporan terjadi setelah mengisi ATM di wilayah Tebet, tepatnya di ATM Alfamidi, kemudian tiba tiba kendaraannya hilang," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/7/2015).

Rupanya kata Krishna, saat Edhy dan Abdul Muis tengah mengisi uang di ATM, Erik meminta Petrus yang saat itu ada di mobil untuk ikut bersama dua rekannya.

Saat Petrus masuk ke dalam, Erik lantas memacu kendaraannya. Ia kemudian bertemu dengan Toyo dan Udin, sekuriti di tempat Erik bekerja.

"Mobil perusahaannya ditinggalin di samping kuburan karet tengsin. Lalu mereka naik mobil Avanza yang sudah disiapkan Toyo dan Udin," imbuh Krishna.

Kenekatan ketiganya, bisa diendus polisi dengan cepat. Erik, Toyo dan Udin ditangkap empat hari usai dilaporkan perusahaannya membawa kabur uang pada Minggu, 5 Juli.

Ketiganya ditangkap di tempat berbeda, Udin dibekuk di daerah Duren Sawit, sedang Erik dan Toyo dibekuk di daerah Cilegon.

"Rencananya mau kabur ke Lampung," tambah Krishna.

Dari penangkapan itu, polisi hanya berhasil mendapat uang sisa Rp1,1 miliar. Sebesar Rp300 juta sudah dipakai untuk keperluan pribadi. Erik, Toyo dan Udin juga memakai uang hasil curian itu untuk memberikan sumbangan ke musalah.

"Rp 30 juta nya dipakai buat sumbang ke musalah," pungkas Krishna.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.


(ALB)