Pimpinan Komisi II: Petahana Dibatasi karena Masyarakat Indonesia Masih Feodal

Achmad Zulfikar Fazli    •    11 Juli 2015 12:59 WIB
mk halalkan politik dinasti
Pimpinan Komisi II: Petahana Dibatasi karena Masyarakat Indonesia Masih Feodal
Ahmad Riza Patria (tengah)-------MI/M Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Riza Patria menyebutkan pembatasan petahana maju dalam Pilkada, tidak akan seterusnya diterapkan. Penerapan pembatasan tersebut akan berubah seiring dengan pemikiran masyarakat terhadap pemilu di Indonesia.

Riza menilai, masyarakat Indonesioa selama ini masih berpikir secara feodal. Sehingga membuka ruang yang sangat besar bagi petahana atau keluarga petahana dapat meraih kemenangan.

"Sekarang masyarakatnya masih feodal jadi kita bangun, nanti setelah 15 tahun pasal ini akan kita hapuskan," kata Riza dalam diskusi polemik 'Petahana Petaka Demokrasi' di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2015).

Apalagi, kata dia, selama ini banyak petahana yang memiliki kinerja terbilang buruk bagi daerahnya yang dipimpin. Namun, ia tak memungkiri tidak semua petahana tidak baik.

"Daerah yang dipimpin petahana selama ini tidak ada kemajuan, malah kecenderungannya tertingal," ujar dia.

Seperti diketahui, MK akhirnya membolehkan siapa saja mencalonkan diri dalam pilkada. Menurut MK, Pasal 7 huruf r Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota bermuatan diskriminatif.

Dalam putusannya terkait pengujian Pasal 7 huruf r Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota terkait syarat yang melarang bakal calon kepala daerah memiliki hubungan darah/perkawinan dengan petahana, majelis hakim konstitusi menilai pasal itu bertentangan dengan Pasal 28 i ayat 2 UUD 1945. Menurut MK, setiap warga negara, siapa pun, harus punya kesempatan yang sama.


(TII)


Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?
Final Piala AFF 2018

Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?

15 hours Ago

Media Malaysia menurunkan tulisan tentang tingkah laku wartawan Vietnam selama Final Piala AFF …

BERITA LAINNYA
Video /