Menerka Kekuatan MU dengan Kedatangan Schweinsteiger dan Schneiderlin

Hilman Haris    •    13 Juli 2015 08:41 WIB
manchester united
Menerka Kekuatan MU dengan Kedatangan Schweinsteiger dan Schneiderlin
Bastian Schweinsteiger dibeli MU dengan harga 12 juta poundsterling dari Bayern Muenchen (Foto: AFP/Andrew Yates)

Metrotvnews.com, Manchester: Manchester United selangkah lagi mendapatkan Morgan Schneiderlin dari Southampton. Jika lolos tes medis, Schneiderlin sudah bisa diperkenalkan sebagai pemain anyar MU, Senin 13 Juli.

Schneiderlin menjadi tambahan berguna untuk MU. Sebagai gelandang bertahan, pesepak bola berusia 25 tahun itu bisa memberikan rasa aman kepada lini pertahanan MU karena piawai memotong serangan lawan dari lini kedua. 

Gaya main Schneiderlin mirip seperti mantan kapten MU, Roy Keane. Uniknya, sejak Keane hengkang pada 2005 silam, MU tidak lagi memiliki gelandang yang kuat dalam bertahan dan juga bisa memberikan tenaga di lini tengah. Tak heran manajemen MU begitu ngotot mendapatkan  Schneiderlin pada bursa transfer musim panas ini.

Kedatangan Schneiderlin tentunya membuat lini tengah MU penuh sesak. Persaingan memperebutkan tempat utama sudah pasti bakal sengit karena melibatkan sejumlah pemain top. Sebut saja Bastian Schweinsteiger, Ander Herrera, Juan Mata, Daley Blind, Marouane Fellaini, Michael Carrick, Antonio Valencia, Adnan Januzaj, Memphis Depay, dan Angel Di Maria.

Dua nama terakhir kemungkinan besar akan terhindar dari persaingan karena berpotensi ditempatkan di lini serang oleh pelatih Louis van Gaal. Tapi nasib berbeda bakal dialami delapan pemain lainnya. Terutama untuk Blind, Fellaini, Carrick, Januzaj, dan Valencia.

Van Gaal kemungkinan besar bakal menggunakan formasi 4-3-3 andai memainkan Di Maria, Depay, dan Rooney secara bersamaan. Dua posisi di lini tengah kemungkinan besar akan diberi kepada Schweinsteiger selaku pengatur serangan dan Schneiderlin yang ditugaskan untuk berdiri tepat di empat bek MU. Artinya, hanya ada satu posisi tersisa yang bisa diperebutkan Herrera, Blind, Fellaini, Mata, Carrick, Januzaj, dan Valencia.

Mencadangkan Carrick bukan pilihan yang mudah bagi Van Gaal. Maklum, ia salah satu pemain pujaan fan dan berstatus sebagai wakil kapten MU sejak musim lalu. Tapi jika memilih Carrick untuk menemani Schweinsteiger dan Schneiderlin, Van Gaal bakal menyia-nyiakan bakat hebat dalam diri Herrera, Blind, Fellaini, Mata, Januzaj, Valencia, serta sejumlah pemain muda berbakat seperti Jesse Lingard dan Andreas Pereira.

Valencia dan Januzaj bisa dikesampingkan dulu. Maklum, sebagai winger murni, keduanya bakal kesulitan mendapat tempat dalam sistem 4-3-3 kepunyaan Van Gaal. Tapi keberadaan Herrera, Blind, Fellaini, dan Mata tidak bisa begitu saja diabaikan. Fellaini tampil apik bersama MU pada musim lalu. Tenaganya membuat permainan Red Devils jadi lebih hidup. Dia kerap pula mencetak gol-gol penting berbuah kemenangan untuk MU pada musim lalu.

Herrera, Blind, dan Mata punya kelebihan tersendiri. Blind yang menjadi andalan Van Gaal ketika menukangi timnas Belanda di Piala Dunia 2014 memiliki determinasi dan daya jelajah di atas rata-rata. Sedangkan Mata dan Herrera kerap merepotkan pertahanan lawan karena punya kemampuan melepaskan umpan-umpan akurat kepada para striker. Fakta bahwa keduanya sedang berada dalam usia emas sebagai pesepak bola juga tidak boleh diabaikan oleh Van Gaal.

Jika harus memilih, saya condong berpihak kepada Herrera untuk tampil di lini tengah menemani Schweinsteiger dan Schneiderlin. Sebagai gelandang, Herrera punya kemampuan mengatur serangan dan bertahan sama baiknya. Kelebihan ini tidak dimiliki oleh Mata dan Blind.

Memainkan Mata mengandung resiko di tengah kumpulan para pemain bertipe menyerang di skuat inti MU. Nasib Blind sedikit lebih baik. Dia bisa dimanfaatkan mengisi pos bek kiri selagi Luke Shaw belum menemukan performa terbaik.

Herrera juga punya nilai lebih baik ketimbang Carrick dan Fellaini. Pengalaman Carrick memang dibutuhkan. Tapi ia sudah terlalu tua untuk bertarung dengan pemain-pemain di Liga Primer Inggris.

Sementara itu,  jika dibandingkan dengan Fellaini, Herrera unggul dari segi kreativitas dan visi bermain. Ketika Fellaini dicadangkan, tugas menahan gempuran pemain lawan bisa diberikan kepada Schneiderlin dengan mendapat sedikit bantuan dari Herrera.

Keberadaan sejumlah gelandang hebat sudah pasti akan membuat Van Gaal pusing. Tapi problem seperti itulah yang memang sudah selayaknya didapat oleh pelatih top ketika menangani klub besar. Kini, tugas Van Gaal adalah membuat seluruh pemain bekerja maksimal agar taktik apa pun yang akan dimainkan pada musim 2015--2016 berjalan dengan semestinya.

Gelar juara menjadi harga mati untuk Van Gaal. Jika tidak, ia akan dicap sebagai pelatih yang cuma bisa menghebohkan masa bursa transfer serta menakut-nakuti lawan dengan mendatangkan pemain-pemain hebat berlabel mahal tanpa tahu cara memaksimalkan potensi mereka.


(HIL)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

2 days Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /