Adriansyah Minta Duit Dari PT MMS Untuk Maju Jadi Gubernur Kalsel

Achmad Zulfikar Fazli    •    13 Juli 2015 13:21 WIB
adriansyah
Adriansyah Minta Duit Dari PT MMS Untuk Maju Jadi Gubernur Kalsel
Adriansyah. Foto: Sigid Kurniawan/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Dirut OT Diro Mineral, Suparta alias Kerta mengungkapkan Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Adriansyah meminta bantuan kepada Direktur PT Mitra Maju Sejahtera, Andrew Hidayat. Bantuan berupa uang itu akan dijadikan modal bagi Andriansyah yang berniat mencalonkan diri jadi Gubernur Kalimantan Selatan pada pilkada serentak akhir tahun ini.

Kerta mengaku dirinya bersama Andrew Hidayat mempertemukan Adriansyah dengan seorang pengusaha bernama Robert di Pacific Place, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Adriansyah meminta bantuan pada Robert. 

"Iya dia ngomong, dia pada waktu itu mau nyalonin jadi Gubernur. Karena kan kita sama-sama orang organisasi dia meminta saya mengatur waktu untuk bertemu orang namanya Pak Robert, rekan saya. Dia pengusaha tapi tidak ada hubungannya," kata Kerta saat menjadi saksi jaksa penuntut umum KPK, dalam sidang Andrew Hidayat di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2015).

"Saya coba pertemukan, Pak Adriansyah menjelaskan niatnya mau mencalonkan sebagai gubernur, meminta restu waktu itu," lanjut dia.

Selama pertemuan tersebut, diakui Kerta, baru sebatas membahas mengenai pencalonan Adriansyah dalam Pilkada 2015, belum ada kaitannya dengan pemberian uang.

"Pertemuan selama 30 menit, hanya membicarakan tentang pencalonan pak Adriansyah, soal peluangnya maju sebagai Gubernur Kalsel," ujar Kerta.

Setelah pertemuan tersebut, ia diminta Andrew Hidayat untuk membantu Adriansyah berkoordinasi dengan Robet. Namun, ia tidak tahu secara pasti bantuan seperti apa yang diminta Andrew Hidayat.

"Saya diminta membantunya tapi saya tidak tahu cara membantunya. (Tapi katanya) Adriansyah minta duit kepada Andrew untuk keperluan kampanye," pungkas dia.

Kasus dugaan suap ini terbongkar saat KPK menjalankan operasi tangkap tangan Jumat 9 April lalu. Penyidik menangkap basah legislator yang juga mantan Bupati Tanah Laut Adriansyah dan Direktur PT MMS Andrew Hidayat.

Adriansyah diciduk saat sedang bertransaksi di sebuah hotel di Sanur, Bali. Sementara, Andrew ditangkap di kawasan Senayan, Jakarta. KPK juga mengamankan sejumlah uang dalam operasi ini, yakni, pecahan seribu dollar Singapura sebanyak 40 lembar, 485 lembar pecahan Rp100 ribu, lalu 147 lembar pecahan Rp50 ribu.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan izin PT MMS di Kabupaten Tanahlaut. KPK menduga pemberian suap itu dilakukan bukan untuk pertama kalinya.

"Dari hasil pemeriksaan tadi pemberian ini bukan yang pertama kali, sebelumnya juga pernah diberikan, tetapi ini perlu didalami dulu," kata Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi beberapa waktu lalu.

KPK menjerat Andrew Hidayat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Sementara, Adriansyah dijerat dengan Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.



(KRI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /