Mantan Komisioner KPU Nilai Persiapan Pilkada Serentak Kacau

M Rodhi Aulia    •    13 Juli 2015 17:26 WIB
pilkada serentak
Mantan Komisioner KPU Nilai Persiapan Pilkada Serentak Kacau
I Gusti Putu Artha. Foto: M Rodhi Aulia/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Anggota KPU I Gusti Putu Artha menilai persiapan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan akhir tahun ini tidak berkualitas. Hal itu tampak dari regulasi yang terlambat terbit dan anggaran pengawasan yang tidak bisa digunakan pelaksana di lapangan.

"Kalau saya harus jujur, persiapan pilkada kita ini, skornya, angka 6. Tidak mulus," kata Putu dalam diskusi di Restoran Horapa, Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2015).

Putu menjelaskan, DPR dan KPU sangat terlambat mengeluarkan regulasi teknis terkait penyelenggaraan pilkada serentak. Padahal, pilkada serentak digelar untuk kali pertama.  

Akibatnya, penyelenggara pemilu di daerah keteteran karena belum memahami regulasi yang ada. Tak memahami, namun para penyelenggara di daerah juga dituntut memberikan pemahaman kepada peserta pilkada.

"Penyelenggara di bawah, sambil belajar dia sekarang. Sambil baca buku, dia sambil sosialisasi, sambil kerja. Itu enggak benar itu. Idealnya tiga bulan sebelum tahapan dimulai, UU dan PKPU sudah selesai. Zaman saya, tahun 2010 begitu. Teman-teman (ada waktu) belajar tiga bulan," terang Putu.

Putu juga menambahkan, pengawas pemilu yang akan bekerja langsung di lapangan, juga tidak bisa bekerja sama sekali. Karena mereka tidak memiliki dana apapun untuk menunjang pekerjaan mereka. Putu mementahkan keyakinan Pemerintah dan KPU yang percaya diri, dana pengawasan sudah turun di lapangan.

"Siapa bilang anggaran sudah beres? Kalau Anda cek ke bawah, KPU dan pemerintah bilang, clear. Enggak. Pada posisi naskah perjanjian hibah daerah diteken, iya. Tapi siapa bilang sudah meluncur di Satker KPU. Semua Panwas sekarang tidak pegang duit, karena semua dipegang Bawaslu," ungkap dia.

"Saya tahu persis, karena setiap hari di lapangan. Artinya, pengawasannya belum bisa bekerja apa-apa. Sampai hari ini. Mereka tidak punya dana," imbuh dia.

Putu menduga, terlambatnya keluar peraturan tersebut lantaran terlalu sering UU yang berubah-ubah. Bahkan, kata dia, perubahan itu sampai ke lima atau enam kali. Dan baru perubahan yang terakhir, UU itu baru dicoba untuk diimplementasikan.

"Yang paling serius, konflik partai ini. Dari seluruh (indikator) retak-retak itu, yang punya potensi mengacaukan seluruh pilkada ini (konflik internal Golkar dan PPP)," pungkas dia.


(KRI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /