Kriminalisasi KY, Jokowi Minta Antarlembaga Saling Sinergi

Desi Angriani    •    14 Juli 2015 13:01 WIB
sarpin effect
Kriminalisasi KY, Jokowi Minta Antarlembaga Saling Sinergi
Pratikno. Foto: Yudhi Mahatma/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo dalam buka bersama dengan menteri Kabinet Kerja, lembaga negara dan para duta besar, kemarin, sempat menyinggung soal kriminalisasi terhadap dua komisioner Komisi Yudisial.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan, Presiden Jokowi meminta agar antarlembaga negara saling memperbaiki hubungan dan meningkatkan sinergi.

"Ada permasalahan hukum yang harus dikawal, ada proses hukum yang dilakukan tetapi antarlembaga negara agar semakin kokoh," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Terkait teknis penyelesaian kasus dua komisioner KY dan hakim Sarpin Rizaldi tersebut, Jokowi tak memberi arahan secara khusus. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga terkait.

"Ah itu kan sudah diserahkan kepada lembaga-lembaga terkait," ujar mantan Rektor UGM ini.

Kepala Negara sebelumnya, belum mengambil sikap terkait langkah Bareskrim Polri yang menersangkakan dua komiosioner KY. Mereka, Suparman Marzuki dan Taufiqurrohman Syahuri, dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik.

"Belum ada tanggapan," kata Pratikno, Senin (13/7/2015).

Sarpin melaporkan Ketua KY Suparman Marzuki dan komisonernya Taufiqurrahman Syahuri ke Bareskrim Mabes Polri dengan No Pol: LP/335/III/2015/Bareskrim tertanggal 18 Maret 2015. Laporan dilakukan menyusul munculnya sejumlah kecaman setelah Sarpin memutuskan memenangkan gugatan praperadilan Budi Gunawan.

Budi, yang saat itu calon tunggal Kapolri itu menggugat penetapan tersangka oleh KPK.


(KRI)

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo
Jelang Napoli vs Shakhtar Donetsk

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo

1 hour Ago

Napoli dijadwalkan bentrok kontra Donetsk untuk memainkan matchday kelima Liga Champions 2017--…

BERITA LAINNYA
Video /