Aset DKI Jadi Tempat Karaoke, Ahok: Ada Persekongkolan PNS

Wanda Indana    •    14 Juli 2015 13:12 WIB
basuki tjahaja purnama
Aset DKI Jadi Tempat Karaoke, Ahok: Ada Persekongkolan PNS
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Lukman)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perubahan fungsi aset DKI dari gedung pusat kebudayaan Korea menjadi tempat karaoke diduga karena ada persengkokolan Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI dengan swasta. Kecurigaan itu dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama.
 
"Kamu bayangin, kamu gak ada surat (tanah) terus gugat DKI di pengadilan, Pemprov DKI gak bisa nunjukin (surat tanah) yang asli, terus hakim putuskan kamu yang menang, berarti ada persengkokolan," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (14/7/2015).
 
Ahok curiga ada oknum PNS ‎di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah  (BPKAD) DKI yang mengambil keuntungan dengan menjual lahan ke pihak-pihak tertentu. Ahok kecewa dengan sistem pengawasan aset DKI yang lemah.

Ahok mengaku tidak heran dengan temuan DPRD DKI Jakarta ada aset berupa lahan dan bangunan seluas 2,1 hektare milik Pemprov beralih fungsi. Aset yang seharusnya menjadi pusat kebudayaan Korea menjadi tempat karaoke.
 
Menurut Ahok, pelepasan lahan seluas 2,1 hektare itu terjadi karena permainan sejumlah oknum. Terbukti, Pemprov DKI sering kalah dalam sengketa lahan di pengadilan.
 
"Itu mah gak heran. Makanya sekarang bisa menang gak? Itu yang saya curigai, ada oknum di BPKAD main juga, ini kan seperti mafia," ujar Ahok.
(FZN)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

16 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /