Binakarya Pesimistis Program Sejuta Rumah Jokowi Terealisasi

Dian Ihsan Siregar    •    14 Juli 2015 13:59 WIB
sejuta rumah
Binakarya Pesimistis Program Sejuta Rumah Jokowi Terealisasi
Ilustrasi perumahan, FOTO ANT,FB Anggoro

Metrotvnews.com, Jakarta: Emiten pengembang properti, PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA) memiliki keyakinan rencana pemerintah dalam merealisasikan program sejuta rumah dalam kurun lima tahun ke depan tidak akan tercapai. Sebab, harga tanah di Pulau Jawa sudah terlalu mahal.

"Sulit tercapai program sejuta rumah karena harga tanah di Jawa terlalu mahal," kata Presiden Direktur Binakarya Jaya Abadi Budianto Halim, ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Selain itu program sejuta rumah hanya menguntungkan pemilik hunian, karena ada insentif bunga kredit rendah sebesar lima persen dan uang muka (down payment) Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sebesar satu persen.

Program itu tidak berpihak kepada pengembang terutama jika harga rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp125 juta per unit.

"Sangat sulit bagi kami dalam menemukan harga ekonominya. Berdasarkan hitungan kami, jika harga Rp125 juta per unit, maka sulit bagi pengembang meraiah tanah di Pulau Jawa seharga Rp1 juta per meter persegi. Apalagi pemerintah sudah melarang lahan pertanian untuk jadi perumahan," jelas dia.

Dia menjelaskan dengan adanya kejadian itu sangat sulit bagi pemerintah merealisasikan program sejuta rumah. Tapi, dia menginginkan agar program itu lebih mengutamakan rumah susun hak milik ketimbang dengan rumah tapak.

Untuk dapat menyerap konsumen MBR, dia menambahkan pengembang harus menjajaki pasar di luar Pulau Jawa yang harga jual tanahnya masih rendah.

 


(SAW)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /