Pansel KPK Pilih Calon Bebas Potensi Kriminalisasi

Arif Hulwan    •    14 Juli 2015 18:28 WIB
capim kpk
Pansel KPK Pilih Calon Bebas Potensi Kriminalisasi
KPK. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Di samping kepandaian akal, integritas dan bersihnya rekam jejak kandidat calon komisioner KPK periode 2015-2019 jadi pertimbangan utama penilaian panitia seleksi. Pengaduan dari masyarakat dan penelusuran jejak rekam terus dilakukan.

Diharapkan, pimpinan KPK kelak bisa bekerja efektif tanpa dijerat kasus hukum. "Kepandaian, kepintaran, adalah satu hal yang jadi perhatian kami. Tapi hal di luar itu, integritas juga lebih penting. Kenapa? Kita tidak mau nanti kita sudah sampai jauh ada hal yang bisa mengganggu tugas mereka. Dari awal sudah scuritinize (mengamati) masukan dari masyarakat," ujar Destry Damayanti, Ketua Pansel Capim KPK, di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Dalam seleksi tahap II, pihaknya mayoritas memberi porsi pada kepandaian intelejensia. Bentuknya, tes tulis objektif, tes pembuatan makalah tentang strategi pencegahan dan pemberantasan korupsi, serta pembuatan makalah kompetensi di lokasi (on the spot). Makalah-makalah itu diperiksa tiga penilai indepenen yang tak tahu identitas pembuat makalahnya.

"Karena kita ingin melihat bagaimana strategi dan juga pikiran-pikiran mereka yang mungkin out of de box dalam rangka menangani permasalahan korupsi di Indonesia," kata Ekonom Bank Mandiri itu.

Enny Nurbaningsih, Wakil Ketua Pansel Capim KPK, menambahkan, pihaknya tetap melihat sisi integritas dari seleksi tahap II ini. Bagi mereka yang diketahui menyontek, terutama di tes tertulis, Pansel tak memberi ampun. Pada ujian itu, pihaknya hanya mengijinkan keberadaan alat tulis dan kertas yang disediakan. Tanpa gawai apapun.

"Jika ada yang di luar itu, kita katakan itu perbuatan curang. Enggak banyak sih. Mungkin ada yang enggak siap betul, enggak yakin dengan jawabannya," ujar dia, tanpa menyebut detil identitas penconteknya.

Sebanyak 48 orang dinyatakan lolos seleksi tahap II. Mereka berasal dari kalangan akademisi (8 orang), penegak hukum (hakim, jaksa, polisi, sebanyak 9 orang), kalangan korporasi, BUMN atau swasta (6), KPK (5), Auditor (4), advokat (3), lembaga masyarakat sipil atau CSO (3), lembaga negara (4), PNS (3), dan kalangan lainnya sebanyak tiga orang.

Berikut nama calon pimpinan yang lolos seleksi tahap II:

1. Ade Maman Suherman, Prof., Dr., S.H, M.Sc (48 tahun)
2. Agus Rahardjo, S.T., MSc.Mgt. (59 Tahun)
3. Agus Rawan, Drs., S.H., M.M., M.Si.  (60 Tahun)
4. Alexander Marwata, Ak., S.H., CFE. (48 Tahun)
5. Basaria Panjaitan, Brigjen Pol., S.H., M.H. (58 Tahun)
6. Budi Pribadi, A. (51 Tahun)
7. Budi Santoso, S.H., LL.M  (51 Tahun)
8. Chesna Fizetty Anwar, B.A., M.Sc. (54 Tahun)
9. Firman Zai, Drs., M.Si. (58 Tahun)
10. Firmansjah, Ir. , CES (60 Tahun)
11. Firmansyah TG. Satya, S.E., M.M. (50 Tahun)
12. Giri Suprapdiono, S.T., MA. (41 Tahun)
13. Hendardji Soepandji, Mayjen TNI.  (Purn), Drs., S.H. (63 Tahun)
14. Hesti Armiwulan Sochma, Dr. Hj., S.H. (52 Tahun) Timur
15. Hulman Siregar, S.H. (53 Tahun)
16. Indra Utama, S.E., M.M., CFE (51 Tahun)
17. Jamin Ginting, Dr., S.H., M.H. (43 Tahun)
18. Jimly Asshiddiqie, Prof., DR. S.H. (59 Tahun)
19. Jimmy M. Rifai Gani, BA, MPA (43 Tahun)
20. Johan Budi Sapto Pribowo, S.T. (49 Tahun)
21. Krisnadi Nasution, DR, S.H., M.H. (55 Tahun)
22. Lalu Suprapta, Drs., M.M. (61 Tahun)
23. Laode Muhamad Syarif, Ph.D. (50 Tahun)
24. Lucky Djuniardi Djani, S.T., MPP., Ph.D. (44 Tahun)
25. Maman Setiaman Partaatmadja, Drs. Ak., M.P.A (63 Tahun)
26. Moh. Gudono, Prof. Ph.D., CMS., C.A. (52 Tahun)
27. Monica Tanuhandaru, S.E., M.M. (45 Tahun)
28. Mulyanto, DR. (52 Tahun)
29. Niko Adrian Azwar, S.H. (44 Tahun)
30. Nina Nurlina Pramono, S.E.  (57 Tahun)
31. R. Bagus Dwiantho, S.H., M.H.  (44 Tahun)
32. Rodjai S Irawan, S.H, M.M. (59 Tahun)
33. Roni Ihram Maulana, S.E., M.M. (55 Tahun)
34. Rooseno, S.H., M.Hum. (58 Tahun)
35. Rudiard M L Tampubolon, Drs. Irjen Pol. (Purn) (59 Tahun)
36. Sarwono Sutikno, Dr. Eng., CISA, CISSP, CISM (56 Tahun)
37. Saut Situmorang, Drs. MM. (56 Tahun)
38. Sri Harijati P. S.H., M.M. (57 Tahun)
39. Suhardi, S.H. (57 Tahun)
40. Sujanarko, S.T., M.S.E. (54 Tahun)
41. Surya Tjandra, S.H., LL.M. (44 Tahun)
42. Syahrul Mamma, Irjen Pol. DR. Drs., S.H., M.H. (57 Tahun)
43. Ubaidillah Nugraha, S.E., M.M. (42 Tahun)
44. Wewe Anggreaningsih, S.E., Ak., M.Si. (51 Tahun)
45. Y. Usfunan, Prof. Dr. Drs. S.H., MH. (60 Tahun)
46. Yohanis Anthon Raharusun, Dr., S.H., M.H. (50 Tahun)
47. Yotje Mende, Drs., S.H., M.Hum. (58 Tahun)
48. Yudi Kristiana, Dr., S.H., M.Hum. (44 Tahun)


(KRI)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

10 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /