OC Kaligis Dijemput KPK di Hotel

Yogi Bayu Aji    •    14 Juli 2015 18:55 WIB
kpk tangkap hakim ptun
OC Kaligis Dijemput KPK di Hotel
OC Kaligis saat tiba di Gedung KPK, Selasa (14/7/2015). Foto: Vitalis Yogi Trisna/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengacara Otto Cornelis Kaligis resmi menjadi tersangka kasus suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Dia pun dijemput penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di sebuah hotel.

"Jadi tadi Pak OCK ini dijemput di sebuah hotel di Lapangan Banteng. Dibawa ke kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan sekitar pukul 15.30 WIB di sebuah lobi hotel," kta Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi, dalam konferensi pers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2015).

Menurut dia, awalnya KPK mengantarkan surat panggilan sebagai tersangka terhadap OC di kantornya, OC Kaligis & Associates, Jalan Majapahit 18-20, Petojo Selatan, Gambir Jakarta Pusat. Namun, pengacara tersebut tak berada di tempat.

"Kemudian kita cari dan kita dapat informasi Pak OCK berada di hotel di dekat Lapangan Banteng," jelas Johan.

Johan menerangkan, OC kooperatif ketika dibawa ke KPK. Dia hanya menanyakan beberapa hal sebelum dijemput penyidik lembaga antikorupsi. Namun, Johan tak mau membeberkan secara jelas alasan OC harus dibawa ke KPK.

"Dalam rangka untuk diperiksa sebagai tersangka," kata Johan.

Advokat OC Kaligis baru saja resmi menjadi tersangka di KPK. Dia diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Perkara ini bermula dari penyidikan kasus korupsi Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kasus Dana Bansos dan BDB Sumut sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi (PT) Sumatera Utara. Berbekal putusan PT Sumut, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya melalui pengacara bernama M. Yagari Bhastara alias Gerry dari kantor pengacara OC Kaligis.

Ahmad menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro dan Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang dalam gugatan di PTUN.

Rupa-rupanya, putusan Tripeni berbau amis. Usai membacakan putusan, dia dan dua rekannya, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan, dicokok KPK pada Kamis 9 Juli lalu.

Pada saat menangkap mereka, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari Ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga saat itu mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry yang menjadi pengacara Ahmad Fuad.

KPK terus menelusuri dari mana sumber suap ini berasal. Lembaga antikorupsi berkeyakinan, uang yang ditemukan bukan berasal dari Gerry. Kemarin, KPK akhirnya menggeledah kantor OC Kaligis dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Dari hasil pemeriksaan, Gerry diduga selaku penyuap dinilai melanggar Pasal 6 Ayat 1 huruf a dan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 54 Ayat 1 dan Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Tripeni, Amir dan Dermawan diduga sebagai penerima suap selaku majelis hakim disangka Pasal 12 huruf a atau huruf b atau huruf c atau Pasal 6 Ayat 2 atau Pasal 5 Ayat2 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1.

Syamsir Yusfan disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1.


(KRI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

2 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /