Teknologi Tertinggal, Beras Lokal Lebih Mahal dari Ekspor

Ade Hapsari Lestarini    •    15 Juli 2015 16:00 WIB
beras
Teknologi Tertinggal, Beras Lokal Lebih Mahal dari Ekspor
Ilustrasi beras. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengusaha beras dalam negeri mengakui bahwa teknologi mesin pengelola beras dalam negeri masih jauh tertinggal dari negara tetangga, salah satunya Vietnam. Itulah salah satu faktor yang menyebabkan harga beras lokal lebih mahal ketimbang beras ekspor.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada (BPS) Sukarto Buyung. Menurut dia, saat ini Vietnam sangat fokus terhadap pengembangan pasar beras selain Thailand. "Mereka (Vietnam) luar biasa pengembangan berasnya. Mungkin yang paling terkenal saat ini ya beras dari Thailand dan Vietnam," ungkap Sukarto dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Lebih lanjut, Buyung menjelaskan bahwa perusahaannya yang juga bergerak sebagai produsen beras saat ini sudah banyak membeli mesin pengolahan beras dari Vietnam. Pasalnya, penggunaan teknologi mesin pengolahan beras di negeri tersebut jauh lebih berkembang dari Indonesia.

"Di sini kita belum ada yang membuat mesin tersebut. Oleh sebab itu kita beli dari mereka. Di sana ada mesin pemoles dan pembersih padinya sudah mumpuni sehingga bisa mempercepat produksi," sambungnya.

Oleh sebab itu, Sukarto mengakui bahwa harga beras impor dari Vietnam bisa lebih murah ketimbang beras lokal. Menurutnya, beras lokal bisa lebih mahal karena bisnis beras di Indonesia masih masuk ke dalam industri padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

"Kalau sudah padat karya otomatis biaya jadi membengkak karena harus membayar banyak tenaga kerja. Sedangkan di Vietnam sana sudah menggunakan mesin yang otomatis bisa menekan harga beras mereka sampai 50 persen dibanding harga beras kita," tegasnya.

Sekadar informasi, saat ini pihaknya juga sedang fokus untuk menggarap pasar domestik produk beras untuk pembuatan ketupat berjenis Super Belida jenis IR 42.

"Beras ini sangat cocok untuk dijadikan ketupat karena tidak lengket dan gampang menyatu dengan hasil masak yang sempurna. Apalagi Super Belida dipastikan diproses dengan cara yang higienis, tanpa pengawet, tanpa pemutih dan pengharum," pungkasnya.


(AHL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /