Pengalaman Naik Bus TransJakarta Scania

Wandi Yusuf    •    15 Juli 2015 16:06 WIB
transjakarta
Pengalaman Naik Bus TransJakarta Scania
Armada baru bus TransJakarta Scania buatan Swedia-- Foto: MI/Atet Pramadia

Metrotvnews.com, Jakarta: Penasaran bagaimana rasanya naik bus TransJakarta baru bernama Scania, Metrotvnews.com mencobanya sekitar pukul 09.00 WIB tujuan Harmoni-Blok M, Rabu 15 Juli 2015. Bus yang saya tumpangi bernomor punggung TJ 0187 dan masih dalam tahap uji coba.

Menunggu sekitar 10 menit, bus gandeng berwarna putih-biru langit bernomor polisi B 7011 TJA itu akhirnya menepi. Sejumlah penumpang sudah memasang aba-aba untuk naik. Namun, pintu tak kunjung terbuka karena bus belum benar-benar berhenti.

Tiga detik berselang, pintu terbuka. Tak seperti pintu yang terdapat di bus Zhongtong, pintu Scania membuka secara perlahan dengan metode bukaan yang persis seperti saudara tuanya, yakni melipat ke dalam bus. Setelah semua penumpang naik, pintu kembali menutup perlahan. Cengkraman pintu terasa kuat dan bergeming ketika bus mulai bergerak.

Bukaan pintu itu terasa amat lambat bagi penumpang yang biasa bergerak cepat untuk merangsek masuk ke dalam bus. Apalagi pada jam-jam sibuk. Tapi, ini bisa dimaklumi kalau menilik alasan di balik keterlambatan itu.

Direktur Utama PT TransJakarta, Antonius Kosasih, mengatakan pintu Scania didesain tidak akan terbuka saat bus berjalan. Bus juga tak bisa berjalan jika pintu terbuka. Dan pintu akan kembali terbuka otomatis jika ada yang mengganjal.

Saat berada di dalam bus, warna interior cukup membuat mata teduh karena didominasi warna putih dan biru langit. Luas kabin tak berbeda jauh dengan bus gandeng Zhongthong. Saya mendapatkan tempat duduk di deretan kursi kedua dari belakang. Empuk. Kursi Scania ternyata diberi bantalan busa walaupun tak terlalu tebal.

Penempatan kursinya pun sedikit berbeda dibandingkan dengan pendahulunya. Bus buatan Swedia ini menempatkan dua baris kursi di bagian belakang. Semuanya menghadap ke depan. Di tengah, kursi yang mendominasi menyamping.

Di ruang khusus wanita, kursi kembali dominan menghadap depan. Hanya empat yang berhadap-hadapan. Total ada 23 kursi yang menghadap ke depan dan 18 kursi yang menyamping.

Di dalam bus juga terdapat lima kamera pengintai atau CCTV. Letaknya menyebar di depan, tengah, hingga belakang. Jumlah pintu masih sama seperti bus TransJakarta lain, yakni tiga pasang di kiri dan kanan.

Saat bus melaju, hentakannya tak begitu terasa. Guncangan juga tak terlalu kuat saat bus melewati jalan yang bergelombang. Namun, ada sedikit catatan untuk pendingin udara. Walaupun tak terlalu dingin, tetapi anginnya berembus kencang. Cukup membuat perut melilit.

Secara umum, bus Scania lebih nyaman dibandingkan Zhongtong, namun perbedaannya tak terlalu mencolok. Salah satu penumpang yang dimintai kesan, juga merasakan hal serupa. "Tak beda jauh, tapi cukup nyaman," ujar pegawai Perusahaan Listrik Negara itu.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan 20 unit bus gandeng TransJakarta merek Scania pada 22 Juni lalu. Sebanyak 20 bus hasil lelang terbuka melalui lelang elektronik ini akan dioperasikan pada akhir Juli ini.


(MBM)

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions
Liga Champions 2017--2018

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions

1 day Ago

Bek Barcelona Gerard Pique berharap timnya bisa bertemu Manchester City di Liga Champions musim…

BERITA LAINNYA
Video /