Pemudik Diimbau Tak Naik Bus di Terminal Bayangan

Ilham wibowo    •    16 Juli 2015 12:17 WIB
peta mudik 2015
Pemudik Diimbau Tak Naik Bus di Terminal Bayangan
ilustrasi. Foto: Immanuel Antonius/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Memasuki puncak arus mudik Lebaran 2015, jumlah penumpang yang berangkat menggunakan armada bus mengalami lonjakan. Kondisi ini dimanfaatkan beberapa oknum perusahaan otobus untuk menaikkan penumpang di luar terminal.

Oknum sopir bus memanfaatkan momentum arus mudik dengan mendirikan terminal bayangan untuk menaikkan pemudik di tepi jalan atau di lokasi yang ramai disinggahi pemudik. 

Pemudik dapat langsung membeli tiket ketika duduk di bus dengan harga yang biasanya tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan. Selain meresahkan pemudik karena harga tiket yang tidak wajar, kegiatan ini pun dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan arus lalu lintas pengendara lain.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Laudin Situmorang mengatakan, pihaknya merasa dirugikan dengan keberadaan terminal terminal bayangan ini. Juga kerugian buat PO bus.

"Jelas sangat merugikan. Terminal rugi, PO yang sudah tertib pun rugi. Bagaimana tidak, mereka itu tidak resmi. Naik turunkan penumpang saja di pinggir jalan, sembarangan. Dengan tarif pun sering seenaknya," ujar Laudin di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (16/7/2015).

Laudin mengatakan, dengan adanya terminal bayangan ini pihaknya sulit memantau dan mendata kegiatan arus mudik dan balik selama Lebaran dari Terminal Kampung Rambutan. Beberapa PO bus bahkan mengeluhkan adanya terminal bayangan ini padanya.

"Kewenangan kita hanya 300 meter dari terminal. Tidak sampailah itu. Harus kerja sama dengan pihak terkait seperti Sudinhub dan Kepolisian untuk tindak itu. Kita juga jadi sulit kontrol dan pantau data arus Lebaran," tutur Laudin.

Laudin menyayangkan, penumpang lebih memilih naik bus dari terminal bayangan. Padahal, pihak terminal Kampung Rambutan telah menyediakan berbagai fasilitas menyambut arus mudik lebaran yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat.

"Coba terminal bayangan, mau nunggu bus di mana? Kita punya ruang tunggu bersih dan nyaman. Mau parkir kendaraan di mana? Kita punya parkiran luas dan aman untuk inapkan kendaraan. Kalau sakit? Kita punya enam pos kesehatan gratis mulai dokter sampai obat," jelasnya.

Laudin mengimbau, penumpang bus, khususnya pemudik, untuk naik dan turun di terminal agar tertib dan teratur. Juga dapat terjaga keamanan dan kenyamanannya.

"Kita sudah jamin bebas calo. Harga enggak bisa sembarang tembak. Di sini harus ada tujuan disertai tarif yang jelas dari setiap loket dan itu harus. Pos pengamanan dari lintas aparat juga siap melindungi pemudik," pungkas Laudin.



(KRI)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /