Durasi Penggunaan Ponsel Dapat Digunakan untuk Mendiagnosis Depresi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    16 Juli 2015 13:49 WIB
smartphone
Durasi Penggunaan Ponsel Dapat Digunakan untuk Mendiagnosis Depresi
Terlalu lama menghabiskan waktu di depan smartphone adalah bukti depresi. (Getty)

Metrotvnews.com: Tampaknya penggunaan smartphone memang memiliki hubungan dengan depresi. Pada Februari lalu Baylor University mengadakan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa sering memeriksa smartphone adalah gejala depresi.

Penelitian terbaru Northwestern University di Illinois, AS menguatkan hal tersebut.  Penelitian ini diikuti 28 orang, yang, setengahnya menderita depresi. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan seseorang dalam menggunakan smartphone dapat digunakan untuk mengetahui apakah dia menderita depresi atau tidak. 

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Journal of Medical Internet Research ini, disebutkan bahwa orang yang menderita depresi akan menghabiskan 4 kali lebih lama bermain gadget mereka daripada orang yang tidak mengalami depresi. Orang yang menghabiskan waktu selama 68 menit sehari diduga menderita depresi.

Selain memantau seberapa lama para peserta penelitian menghabiskan waktu di hadapan smartphone mereka, penelitian ini juga memantau rutinitas dan lokasi GPS mereka. Dan berdasarkan pelacakan GPS yang dilakukan, terbukti bahwa penderita depresi biasanya lebih jarang pergi keluar rumah. Mereka cenderung menghabiskan waktu mereka di rumah. Selain itu, biasanya, mereka juga tidak memiliki rutinitas yang tidak tetap.

Profesor David Mohr, salah satu peneliti mengatakan bahwa alasan mengapa penderita depresi lebih lama menggunakan ponsel mereka daripada orang yang tidak menderita depresi adalah karena saat mereka sedang memainkan smartphone, mereka dapat "menghindari memikirkan masalah yang mereka hadapi."

Dia merasa bahwa penelitian ini memiliki dampak signifikan dalam mengatasi depresi karena kini para ahli dapat mengetahui apakah seseorang mengalami gejala depresi tanpa harus menyakan apa pun pada mereka.

"Sekarang, kita memiliki cara objektif untuk mengetahui apakah seseorang memiliki gejala depresi dan mengetahui seberapa parah depresi yang mereka alami tanpa harus menanyakan apa pun kepada mereka," kata Mohr. "Kini kita dapat mendeteksi gejala depresi secara pasif karena smartphone dapat memberikan data mengenai sang pengguna tanpa membuat sang pengguna merasa terganggu."

Sang psikolog menambahkan, penelitian mereka menunjukkan bahwa orang-orang yang mengalami depresi lebih cenderung tidak pergi ke banyak tempat.

"Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah kehilangan motivasi, yang merupakan salah satu gejala depresi," kata Mohr. 

Selain memantau penggunaan smartphone, dalam penelitian ini, para peserta juga diminta untuk menjawab sekumpulan pertanyaan yang biasa digunakan untuk mendeteksi depresi, seperti rasa sedih, rasa putus asa, gangguan makan dan tidur dan kesulitan untuk berkonsentrasi. (Mirror)


(ABE)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /