Sekjen NasDem Nilai Menteri Sektor Ekonomi Wajar Di-reshuffle

LB Ciputri Hutabarat    •    17 Juli 2015 19:40 WIB
reshuffle kabinet
Sekjen NasDem Nilai Menteri Sektor Ekonomi Wajar Di-<i>reshuffle</i>
Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella (kanan) memberikan keterangan pers terkait penolakan program dana aspirasi pembangunan daerah pemilihan di Ruang KK V Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6). (FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella menilai menteri di sektor ekonomi wajar di-reshuffle. Hal ini lantaran ekonomi merupakan sektor yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

"Wajar ya perspektif masyarakat seperti itu, Presiden juga wajar konsen ke menteri bidang ekonomi. Soalnya dampak langsung ke masyarakat," kata Rio saat ditemui di Jalan Permata Berlian, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2015).

Rio mencontohkan kejadian inflasi yang terjadi di Indonesia beberapa waktu terakhir. Hal ini berimbas langsung ke harga barang dan infrastruktur.

"Misalkan harga barang tinggi dan infrastruktur juga mempengaruhi. Infrastruktur yang buruk juga berdampak kan sama harga barang," jelas dia.

Terkait kocok ulang menteri, Rio berharap Presiden Joko Widodo tetap menimbang dari sisi kinerja. Dia juga meminta tak ada sentimen pribadi dalam reshuffle kabinet.

"Saya pikir terserah presiden, kan dievaluasi enam bulan ke depan seperti apa dan enam bulan kemarin ngapain aja. Intinya berdasarkan kinerja," ucap dia.

Lembaga Politicawave menelusuri isu reshuffle di media sosial. Pada periode 1 Mei hingga 8 Juli, perbincangan netizen soal reshuffle sebanyak 92.979 kali dari 15.512 akun.

Di antara 17 kementerian yang disorot netizen di media sosial, ada tiga menteri yang dianggap bekerja paling buruk. Mereka adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

 


(OGI)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /