Djan Faridz: PKPU Bisa Akomodasi Partai Bertikai, Ini Kemajuan

Ilham wibowo    •    18 Juli 2015 04:40 WIB
kisruh ppp
Djan Faridz: PKPU Bisa Akomodasi Partai Bertikai, Ini Kemajuan
Ketua Umum PPP Djan Faridz memukul bedug saat merayakan takbiran di kantor DPP PPP, Jakarta, Kamis (16/7). (FOTO: ANTARA FOTO/Humas PPP/Ahmad Yusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz mengatakan revisi Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Kepala Daerah merupakan sebuah kemajuan. Pasalnya, partai politik yang bersengketa diperbolehkan ikut dalam pilkada.

"Keputusan PKPU alhamdulilah putusan itu memadai sehingga partai bertikai ini bisa ikut, meski belum inkrah dan islah tapi PKPU bisa akomodasi partai-partai. Ini suatu kemajuan," kata Djan di kediaman Aburizal Bakrie, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2015) malam.

Djan memastikan PPP sudah punya calon kepala daerah yang bakal diusung. Partai Kakbah, kata dia, bakal memajukan kadernya, bukan dari kalangan eksternal. Keputusan ini juga akan diambil setelah dibahas dengan Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya M. Romarhumuziy (Romi).

"Saya tidak lihat ini masalah. Masing-masing kubu itu pasti kader kami sendiri. Pasti kader PPP juga. Tidak mungkin jualan partai. Saya tidak lihat ini masalah antar kubu. Kalau nonkader jarang ikut partai. PPP bisa bersatu karena calonnya kader. Harus bersama (dengan Romi)," tutur dia.

Selain itu, kata dia, keputusan untuk mengusung calon kepala daerah harus mempertimbangkan partai koalisi. Djan mengatakan partai koalisi ini tidak tertutup hanya Koalisi Merah Putih saja.

" Tidak lepas dengan koalisi, kursi kita cuma 1, 2, 3. Kita perlu partai lain untuk mendukung. Saya, Golkar, Gerindra, PKS, tidak tertutup juga kita koalisi dengan PDIP dan PKB," tukas dia.


(OGI)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

16 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /