FBI Selidiki Motif Penembak Pusat Perekrutan Marinir AS

Fajar Nugraha    •    18 Juli 2015 08:53 WIB
penembakan as
FBI Selidiki Motif Penembak Pusat Perekrutan Marinir AS
Lokasi penembakan di tempat perekrutan AL AS (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) berusaha menetapkan motif pelaku penembakan di dua fasilitas militer di Chattanooga, Tennessee. Insiden itu menewaskan empat Marinir.

"Mereka belum menemukan adanya indikasi pria, yang diidentifikasi sebagai Muhammad Youssef Abdulazeez, terkait dengan teroris internasional, namun penyelidikan masih belum tuntas," ujar pihak FBI, Ed Reindhold, seperti dikutip VOA Indonesia, Sabtu (18/7/2015).

Abdulazeez tewas dalam baku tembak dengan pihak berwajib. Aparat mengatakan pria berusia 24 tahun itu melepaskan tembakan dari kendaraannya ke arah sebuah pusat perekrutan militer bagi lima cabang militer yang terletak di sebuah pusat perbelanjaan.

Kementerian Pertahanan AS mengatakan Abdulazeez melepaskan 20 hingga 30 tembakan dan seorang petugas perekrut Marinir tertembak di kakinya. Petugas tersebut dirawat di rumah sakit setempat dan sudah diperbolehkan pulang.

Abdulazeez lalu membawa kendaraannya ke sebuah Pusat Pendukung Operasional Angkatan Laut (NOSC) yang terletak 10 kilometer dari lokasi penembakan pertama, di mana saksi mengatakan ia melepaskan serentetan tembakan. Empat Marinir tewas dalam penembakan ini, dan seorang perwira angkatan laut menderita luka serius.

Penembak diyakini tewas di tangan pihak berwajib yang mengejarnya dari lokasi pertama. Seorang polisi dilaporkan tertembak di pergelangan kakinya.

Pemimpin pusat perekrutan Angkatan Darat Sersan I Robert Dodge mengatakan, ia dan rekan-rekannya melindungi diri di lantai saat mendengar tembakan dan berlindung di tempat aman. Dodge tidak melihat penembak datang maupun kendaraannya.

"Kantor saya tidak terkena kerusakan, tapi pintu dan jendela hancur di pusat perekrutan Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Marinir,"  jelas Dodge.

Penegak hukum mengatakan, mereka tidak menemukan Abdulazeez dalam daftar teroris. Lahir di Kuwait, Abdulazeez dinaturalisasi menjadi warga negara AS. Mantan pegulat di sekolah menengah atas ini memiliki gelar insinyur dari  University of Tennessee di Chattanooga.

Kelompok SITE Intelligence melaporkan bahwa Abdulazeez menulis sebuah blog dan pada hari Senin ia menulis 'hidup ini singkat dan pahit'.

Ia menambahkan, menurut SITE, bahwa kaum Muslim tidak seharusnya melewatkan 'kesempatan untuk mengabdi kepada Allah'.

Bulan April lalu, polisi setempat menahan Abdulazeez yang mengemudi ugal-ugalan dengan kecepatan melampaui batas, menurut catatan dari pengadilan. Dia dituntut dengan dakwaan mengemudi sambil mabuk.

Tapi seorang teman sekolahnya dari Red Bank High School mengatakan kepada surat kabar lokal bahwa Abdulazeez seorang anak yang pendiam dan disukai oleh anak-anak lainnya.

"Ia ramah, lucu, baik. Saya tidak pernah menyangka ia pelakunya," sebut Kagan Wagner.

Harian The New York Times melaporkan bahwa ayah Abdulazeez diselidiki pihak berwajib beberapa tahun lalu atas kemungkinan keterkaitan dengan sebuah organisasi teroris asing.


(FJR)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

10 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /