Kapendam: Tidak Benar Rumah Ibadah Dibakar Warga

Wandi Yusuf    •    18 Juli 2015 18:20 WIB
penyerangan
Kapendam: Tidak Benar Rumah Ibadah Dibakar Warga
Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Fransen G. Siahaan (ketiga kiri). Foto: MI/Bary F

Metrotvnews.com, Jayapura: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Teguh PR membantah kabar jika musala atau rumah ibadah di Karubaga, Kabupaten Tolikara, dibakar warga saat kerusuhanJumat pagi, 17 Juli. Ia menyebut, kabar tersebut tidak benar.

"Berdasarkan hasil rapat mediasi yang diprakarsai Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua di Tolikara, Sabtu pagi, didapatkan keterangan bahwa tidak benar musala dibakar warga," kata Teguh, di Kota Jayapura, Papua, seperti dilansir Antara, Sabtu (18/7/2015).

Pernyataan ini disampaikan Kapendam guna meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat dan media sosial serta berita, bahwa musala yang ada di Karubaga bukan dibakar warga.

"Pangdam Mayjen TNI Fransen G Siahaan telah menyatakan kesiapan untuk membantu penegakkan hukum dengan terlebih dahulu mencari data yang akurat," katanya.

"Bahwa pembakaran terhadap musala adalah tidak benar. Karena, setelah Pangdam didampingi Kapolda Papua melihat di lapangan, terungkap bahwa pembakaran yang terjadi dilakukan terhadap kios terlebih dahulu kemudian merambat ke musala," katanya.

Menurut dia, Pangdam Cenderawasih telah berkomitmen untuk menangani secara cepat dan terpadu terkait penyelesaian masalah di Karubaga.

"TNI bersama Polri dan komponen bangsa lain termasuk korban muslim, dan juga jemaat GIDI (Gereja Injili di Indonesia) akan membangun kembali musala, kios dan rumah yang terbakar itu secara gotong royong. Kodam juga akan kumpulkan pakaian pantas pakai dan bahan makanan dan akan diangkut dengan helikopter," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende dan Pangdam XVII/Cenderawasih menggelar rapat mediasi di kediaman Bupati Tolikara, di Karubaga yang dihadiri oleh Waka Polda Wabup dan Kapolres
Tolikara serta Presiden GIDI.

Lalu, sejumlah tokoh masyarakat, adat, pemuda dan masyarakat yang menjadi korban kebakaran juga ikut hadir dalam rapat tersebut. Teguh menyampaikan, dalam rapat itu, Kapolda Papua sangat menyayangkan kejadian tersebut.

"Pak Kapolda juga menyatakan Polri akan melaksanakan tugas sesuai fungsinya yaitu mengamankan situasi dan lokasi, mediasi dan penegakkan hukum. Penanganan akan dilakukan secara terpadu. Lalu, perlu ada inventarisasi
terhadap kerugian materiil," katanya.

Setelah rapat mediasi, lanjut Teguh, Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua memberikan pengarahan di jemaat Gereja GIDI yang dihadiri ratusan masyarakat Tolikara.

"Pada pengarahan itu Kapolda Papua menjamin masalah ini akan diselesaikan dengan baik, siapa yang bersalah akan diberikan sanksi termasuk apabila ada anggota Polri yang bersalah dalam menangani masalah ini," katanya.

Pangdam Cenderawasih, kata Teguh, mengimbau kepada masyarakat tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi.

"Sebagai manusia yang percaya akan Tuhan, masyarakat diminta menjaga kedamaian khususnya di Kabupaten Tolikara, sehingga bisa hidup dengan aman dan damai," katanya.


(UWA)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

3 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /