Warga Jakarta Ikut Rebutan Makanan di Grebeg Syawal

Pythag Kurniati    •    19 Juli 2015 14:08 WIB
lebaran 2015
Warga Jakarta Ikut Rebutan Makanan di Grebeg Syawal
Warga berebut gunungan dalam Grebeg Syawal Keraton Kasunanan, Surakarta. Foto: MTVN/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Syawal pada Minggu, 19 Juli siang. Menurut budayawan Keraton Kasunanan, KPA Winarnokusumo, perayaan ucapan syukur ini digelar setelah Keraton Kasunanan menetapkan satu Syawal jatuh pada 18 Juli.

“Untuk hari-hari besar kita menggunakan patokan kalender Sultan Agung yang menggabungkan antara kalender Hijriyah dan kalender Jawa,” ungkapnya saat ditemui dalam perayaan Grebeg Syawal, Minggu (19/7/2015).

Dalam acara ini tak kurang dari 500 orang berbaris, 150 di antaranya berjalan sambil memikul dua gunungan dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung Surakarta. Mereka terdiri dari pasukan bergada tamtama, musik, prawiro anom, jayeng astro, sorogeni, serta penyutra.

Dua gunungan tersebut merupakan gunungan jaler (laki-laki) serta gunungan estri (perempuan). Gunungan jaler terdiri dari hasil bumi berupa sayur-mayur seperti kacang panjang, terong, cabe merah, dan lainnya. Sedangkan gunungan estri terdiri dari berbagai makanan yang telah diolah seperti apem dan rengginang.

Sesampainya di Masjid Agung, dua gunungan tersebut didoakan para ulama. Selanjutnya dalam hitungan detik gunungan jaler langsung ludes diserbu masyarakat yang telah menanti di Masjid Agung. Gunungan estri dibawa kembali ke halaman keraton dan diperebutkan pula oleh masyarakat di sana.

Warga asli Rawamangun, Jakarta, Umar, 31, mengatakan baru pertama kali menyaksikan dan ikut berebut hasil gunungan.

“Meski baru pertama saya tahu kepercayaan orang Jawa bahwa hasil gunungan ini membawa berkah tersendiri,” ungkapnya sambil menunjukkan kacang panjang serta cabe merah yang ia peroleh.

Sedangkan warga Semanggi, Solo, Sugeng Rahayu, 55 berniat ingin menanam biji cabe merah yang didapatnya di depan rumah supaya mendapatkan berkah.


(UWA)