Bentrok Warga di Maluku Tengah, Satu Brimob dan Seorang Warga Tewas

Hamdi Jempot    •    20 Juli 2015 10:45 WIB
bentrokan
Bentrok Warga di Maluku Tengah, Satu Brimob dan Seorang Warga Tewas
Ilustrasi bentrokan--Foto: MI/Hamdi Jempot

Metrotvnews.com, Ambon: Warga Desa Mamala dan Desa Morela Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Minggu 19 Juli 2015 malam terlibat bentrokan.

Bentrokan menyebabkan seorang warga benama Arsad Malawat, 40, dan seorang anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Faisal Lestaluhu tewas, dan sejumlah warga lainnya terluka.

Bentrokan yang terjadi sekitar 40 kilometer (Km) dari pusat Kota Ambon itu dipicu penemuan jasad Arsad di hutan perbatasan kedua desa pada Minggu sore. Arsad ditemukan tewas tertembak dan luka sayatan. Buntutnya terjadi konsentrasi massa di antara kedua desa, sehingga bentrokan pecah.

Puluhan aparat gabungan dari kepolisian dan TNI yang dimpimpin Kapolres Pulau Ambon dan Pulau Lease AKBP Komaruz Zaman, mendatangi Desa Morela mencari seorang warga yang diduga menjadi pelaku penembakan Arsad. Namun, rombongan Kapolres dihadang warga dengan barikade jalan-jalan di desa itu.

Tak lama setelah itu, terjadi pelemparan batu terhadap rombongan Kapolres, disertai empat kali bunyi ledakan bom. Akibatnya Bribda Faisal tewas karena terkenah serpihan bom di bagian selengkangan. Kemudian terdengar rentetan tembakan dari aparat keamanan.

Selain menewaskan Bribda Faisal, Kapolres terluka terkena serpihan bom di bagian tangan, dan mengalami luka robek pada pelipis sebelah kiri karena terjatuh saat ledakan. Selain Kapolres, anggota Brimob Polda Maluku, Briptu Fitri Herodes juga mengalami luka robek pada leher sebelah kanan. Sementara, tujuh warga lainnya juga mengalami luka-luka akibat terkena tembakan.


(MBM)