Kembangkan Biofuel, Pertamina Rogoh USD200 Juta

Annisa ayu artanti    •    20 Juli 2015 11:00 WIB
pertaminabiofuel
Kembangkan Biofuel, Pertamina Rogoh USD200 Juta
Vice President Comunication Pertamina Wianda Pusponegoro (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) yang berencana mengembangkan bisnis di sektor hulu yakni biofuel di Kalimantan dan Sumatera diperkirakan akan memakan investasi sebesar USD200 juta. Untuk mengoptimalkannya, Pertamina juga membuka kerja sama bagi investor yang memiliki minat serupa.

Vice President Comunication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, rencana Pertamina yang hendak melebarkan bisnis di sektor hulu, yaitu biofuel tidak hanya memerlukan sejumlah dana investasi saja, namun juga dibutuhkan lahan yang sangat luas. Setidaknya, lahan yang dibutuhkan kurang lebih mencapai 100 ribu hektare (ha).

"Kemungkinan nanti perkebunan itu lahan (yang diperlukan) sampai 100 ribu ha. Kita mungkin akan lihat kapasitas yang ada di Sumatera dan Kalimantan," kata Wianda, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, seperti diberitakan Senin (20/7/2015).

Wianda tak menampik untuk mengelola perkebunan yang memiliki luas lahan begitu besar itu membutuhkan dana yang sangat besar. Setidaknya, dana investasi yang dibutuhkan sekitar USD200 juta. "Kita hitung untuk pengembangan perkebunan itu sampai untuk produksinya sekitar USD200 juta," jelas dia.

Untuk mengoptimalkannya, Wianda mengatakan, Pertamina juga membuka kerja sama dengan beberapa investor baik dalam negeri maupun luar negeri yang ingin berbisnis di sektor ini. Hal ini dilakukan lantaran investasi yang diperlukan cukup besar. Pertamina merasa tidak kuat bila pendanaannya dilakukan sendiri.

"Investornya harus join. Tidak kuat sendiri. Tidak mungkin Pertamina melakukan pendanaan sendiri. Kita lihat (apakah) ada investor yang berminat untuk pengembangan energi baru ini. Investor lokal dan internasional bisa dua-duanya," ungkap dia.


(ABD)


Video /