Pura-Pura Gila, Pria Tanpa Busana Rampas Motor di Depok

Kisar Rajaguguk    •    21 Juli 2015 11:46 WIB
pencurian
Pura-Pura Gila, Pria Tanpa Busana Rampas Motor di Depok
Anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, menggiring tersangka perampokan antarprovinsi di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat 10 Juli 2015. Antara Foto/M Risyal Hidayat

Metrotvnews.com, Depok: Perampok dengan modus baru beraksi di Depok, Jawa Barat. Pelaku pura-pura gila dan tanpa busana merampas sepeda motor di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Senin 20 Juli, sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban adalah Erwin, 31, warga Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Depok. Pagi itu, Erwin memarkir motornya di pinggir Jalan Raya Bogor, Kilometer 37.

Dia merelai awak angkutan umum perkotaan (angkot) trayek 37 jurusan Kampung Rambutan-Cibinong, Kabupaten Bogor dengan seorang pengendara sepeda motor yang adu jotos di bahu jalan raya. Tuntas melerai, Erwin ingin melanjutkan perjalanan.

Saat ia menghidupkan sepeda motor, Erwin melihat seorang pria tanpa busana tersungkur di jalanan. Erwin  menolongnya. Namun, tiba-tiba pria itu memukul bahu Erwin. Pria itu membawa kabur motor Erwin ke arah Kelurahan Cilangkap, Tapos.

Korban berteriak meminta tolong. Warga yang mengetahui kejadian itu menolong Erwin dan mengejar pelaku. Akhirnya, warga berhasil menangkap pencuri sepeda motor yang pura-pura gila dan dibawa ke Mapolsek Cimanggis.

“Saya kira orang stres. Tahunya pelaku langsung memukuli saya dan naik motor. Masak orang stres masih sempat-sempatnya mukul dengan menutupi kemaluannya sendiri,” kata Erwin.

Sutomo, 50, warga Kompleks PT Timah, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, yang memburu pelaku mengatakan, akhir-akhir ini banyak pencurian di wilayah Cimanggis. Modusnya sangat beragam.

“Waktu salat Idul Fitri lalu, ada sekelompok anak muda melakukan kejahatan dengan modus pembiusan. Mereka mengincar para pemudik yang hendak pulang kampung Lebaran setelah salat Id, “ katanya.

Warga mengetahui aksi tersebut. Para pelaku ditangkap dan dihakimi massa. Sutomo mengatakan, pelaku sudah mengambil uang dari dompet korban.

“Kejahatan terus berkembang menyesuaikan kondisi dan keadaan. Kejahatan yang dulunya dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sekarang ini sudah dilakukan dengan terbuka, “ kata Sutomo.


(TRK)


Video /