Dikabarkan Hilang, Bocah Asal Pamulang Ditemukan di Purwakarta

Tri Kurniawan    •    21 Juli 2015 15:27 WIB
anak-anak
Dikabarkan Hilang, Bocah Asal Pamulang Ditemukan di Purwakarta
Ilustrasi. Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejadian ini mungkin bisa jadi pelajaran bagi orang tua. Seorang bocah berumur tujuh tahun pergi dari rumahnya di Pamulang Permai, Tangerang Selatan, Banten, tanpa sepengetahuan orang tuanya. Bocah inisial E itu ditemukan di Purwakarta, Jawa Barat.

Kejadian berawal saat ayah dan ibundanya pergi mengantar sepupu ke salah satu pool bus di Pamulang sekitar pukul 07.00 WIB, Senin 20 Juli. Saat itu, E masih tidur. Di rumah hanya ada nenek E. "Karena dia masih tidur, makanya saya tinggal," kata orang tua E, Dewi Sri Ramayani kepada Metrotvnews.com, Selasa (21/7/2015).

Sekitar pukul 08.00 WIB, E bangun. Lalu, bocah kelas 1 SD ini bertanya ke neneknya soal keberadaan orang tuanya. Si nenek menjawab kedua orang tua E pergi ke Ciputat. "Loh, katanya mau ke Tasikmalaya?" kata E menimpali jawaban neneknya seperti ditirukan Dewi.

Menurut Dewi, keluarganya memang berencana pergi ke Tasikmalaya, Jawa Barat. Mungkin, E menduga orang tuanya saat itu sudah pergi ke Tasikmalaya. Dewi mengatakan, orang tuanya sempat melihat E mengambil uang dari celengan. Orang tua Dewi tidak curiga E akan pergi jauh karena uang dari celengan hanya recehan.

"Neneknya lihat dia sudah pergi. Pas saya datang, sepedanya juga ada," tutur Dewi.

Dewi dan suaminya pun panik. Ia mencari anaknya ke Ciputat dan Terminal Lebak Bulus. Dewi juga meminta sopir bus menanyakan ke sopir-sopir bus yang sudah berangkat. Hari sudah siang, E belum diketahui keberadaannya. Ia meminta keluarganya mencari E ke shelter TransJakarta Harmoni, Jakarta Pusat, karena menduga putranya itu pergi ke rumah orang tuanya di Batu Ceper, Jakarta Pusat.

"Karena sudah mencari-cari tidak ketemu, sekitar pukul 14.00 WIB, saya lapor ke Polsek Pamulang. Saya lihat polisi langsung koordinasi melalui handy talkie."

Dewi menyebar foto, identitas, dan ciri-ciri anaknya. Dalam pesan berantai, ia menuliskan anaknya yang mengenakan kaos abu-abu dan celana pendek abu-abu kehijauan hilang. Hingga matahari terbenam, belum ada informasi soal anaknya.

Dia pun memutuskan melaporkan kejadian ini ke Polres Jakarta Selatan. Dalam perjalanan menuju Polres Jakarta Selatan, ia menerima kabar baik. "Saya ditelepon Polsek Pamulang bahwa anak saya ditemukan di Purwakarta," ujarnya.

Dewi tidak tahu secara detail kronologi anaknya ditemukan. Ia hanya mendapat informasi, E ditemukan di Stasiun Purwakarta kemudian ada orang yang mengantarkan ke Polsek Jatiluhur, Purwakarta.

Dewi menyampaikan, putranya berangkat ke Purwakarta dari Stasiun Jakarta Kota. E membeli tiket seharga Rp6.000 untuk masuk ke peron. Setelah itu, ia naik kereta api tanpa tahu tujuannya ke mana. Menurut Dewi, beberapa kali anaknya memang menyampaikan ingin naik kereta.

"Yang saya bingung, kok dia bisa lolos di stasiun tanpa ada orang tua. Dia bilang beli tiket harga Rp6.000. Mungkin setelah itu naik kereta asal saja," tuturnya.

Saat kereta api tiba di Stasiun Purwakarta, E turun. Dia sempat meminta-minta ke orang-orang di stasiun, namun tak ada yang memberi. Akhirnya, E membeli biskuit dengan sisa uang dari celengan.

Dewi bersyukur putranya ditemukan dalam keadaan sehat. Dia mengatakan, sehari-sehari E memang aktif. Ia juga memuji E sebagai anak yang pintar hingga bisa berangkat Stasiun Jakarta Kota, kemudian naik kereta api hingga Stasiun Purwakarta. "Tapi ini juga jadi pelajaran bagi saya agar lebih hati-hati," kata Dewi.


(TRK)

Prediksi Thailand vs Indonesia: Memanfaatkan Tren Positif Garuda
Jelang Thailand vs Indonesia

Prediksi Thailand vs Indonesia: Memanfaatkan Tren Positif Garuda

2 hours Ago

Timnas Indonesia U-16 akan menghadapi tuan rumah Thailand dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia…

BERITA LAINNYA
Video /