Tak Miliki Keahlian, Pendorong Gerobak Sampah Nekat Ajak Istri ke Jakarta

Damar Iradat    •    21 Juli 2015 15:34 WIB
arus balikurbanisasi
Tak Miliki Keahlian, Pendorong Gerobak Sampah Nekat Ajak Istri ke Jakarta
Situasi penumpang bus di Terminal Pulogadung--Foto: MTVN/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Jakarta: Fenomena urbanisasi dari kampung menuju Ibu Kota setelah Lebaran kerap terjadi setiap tahun. Tahun 2015 ini tidak lepas dari fenomena itu.

Seperti diprediksi sebelumnya, pendatang baru diperkirakan bakal mencapai angka 70.000 orang pada arus balik Lebaran 2015. Hal ini akan semakin membuat padat Jakarta hingga tahun-tahun berikutnya.

Salah satu pemudik asal Klender, Mulyono, 43, yang mengajak keluarganya mencoba peruntungan di Jakarta. Setelah mudik ke Wonogiri, Jawa Tengah, saat balik ke Jakarta Mulyono turut serta membawa sang istri, Maryati, 43.

"Saya sendiri sudah bekerja di Jakarta sejak beberapa tahun silam, lupa dari kapan pastinya, tapi kalau istri baru pertama kali," kata Mulyono yang sehari-hari bekerja sebagai pendorong gerobak sampah itu ketika tiba di terminal Pulogadung, Selasa (21/7/2015).

Maryati yang termakan bujuk rayu sang suami akhirnya tak bisa menolak ajakan tersebut. Meski tidak memiliki keterampilan khusus, dia yakin bisa bertahan melawan kerasnya kehidupan Ibu Kota.

"Enggak takut sih. Kan bisa jadi pembantu rumah tangga. Kebetulan saya bisa masak juga," tegas Maryati.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah mewanti-wanti pendatang baru agar segera melapor kepada lurah setempat. Sehingga mendapat dokumen resmi sebagai warga Jakarta.

Pada 10 Juli lalu, Ahok telah menegaskan akan melakukan pengawasan kependudukan di tingkat kelurahan. Lurah di 267 kelurahan diinstruksikan mengontrol dan mengawasi penduduk baru yang datang dan tinggal di wilayahnya.

“Strategi khusus paling penting ada di lurah. Nanti mereka yang harus mengontrol siapa saja yang datang dan tinggal di wilayahnya. Kalau lebih dari 14 hari, mereka harus segera lapor untuk mendapatkan dokumen kependudukan sebagai warga Jakarta,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, bagi pendatang baru harus memiliki keterampilan dan tempat tinggal.

"Kalau mau ke Jakarta, siapkan keterampilan yang dimiliki, punya tempat tujuan yang jelas," tegas dia.

Kendati demikian, penegasan dari DKI 1 dan 2 itu bukan berarti larangan bagi pendatang untuk masuk ke Jakarta. Akan tetapi, keterampilan dan tempat tinggal tetap merupakan syarat mutlak. Hal itu untuk mencegah pendatang baru menjadi pemukim liar yang berpotensi terlibat dalam aksi kriminalitas.


(MBM)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /