Polri: Jangan Hubungkan Kasus Purworejo dengan Kerusuhan Tolikara

Aedy azeza ulfi, Ahmad Mustaqim    •    21 Juli 2015 19:30 WIB
penyerangan
Polri: Jangan Hubungkan Kasus Purworejo dengan Kerusuhan Tolikara
Personel Brimob Polda Sumut melakukan pengamanan di rumah ibadah di Medan, Sumut, Rabu 24 Desember 2014. Antara Foto/Irsan Mulyadi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto meminta kasus teror rumah ibadah Jawa Tengah dan Yogyakarta tak dihubungkan dengan kerusuhan di Tolikara, Papua.

"Jangan digeneralisasi. Justru sebaliknya, jadi bahan keprihatinan untuk kita sama-sama mewaspadai orang-orang yang mengambil kesempatan untuk mengacaukan situasi," papar Agus, kepada Metrotvnews.com, Selasa (21/7/2015).

Pada Senin, 20 Juli, dua gereja di Purworejo, Jawa Tengah, dan Bantul, Yogyakarta, diteror orang tak dikenal. Kedua gereja itu hendak dibakar menggunakan ban bekas yang dibakar api oleh seseorang yang menggunakan sepeda motor.

Saat dikonfirmasi apakah upaya pembakaran itu merupakan aksi balasan, Agus menampik. "Dua itu tidak banyak," singkat Agus.

Menurutnya, kerusuhan yang terjadi di Tolikara tidak dapat dihubungkan dengan kejadian di kedua gereja itu.

Meski begitu, Agus menegaskan polisi akan menyelidiki dan berupaya untuk mencegah terjadinya teror serupa. "Kita menyelidiki. Kita sama-sama saling mewaspadai dan mengawasi lingkungan kita masing-masing," katanya.


(UWA)

Video /