Tahun Depan, Kementan Anggarkan Rp2 Triliun Bangun Embung

Husen Miftahudin    •    23 Juli 2015 07:26 WIB
kementan ads
Tahun Depan, Kementan Anggarkan Rp2 Triliun Bangun Embung
Ilustrasi (Ant/ Adhitya Hendra)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menganggarkan Rp2 triliun untuk pembangunan embung (cekungan penampung air) di daerah endemis kekeringan. Ini dilakukan sebagai antisipasi ancaman gagal panen, mengingat perubahan iklim yang tak menentu membuat persediaan air saat musim hujan harus dimaksimalkan untuk digunakan pada musim kemarau.

"Di endemis kekeringan kita akan bangun embung. Bahkan di 2016 kita akan bangun lebih masif lagi, pembangunan sumber-sumber air karena kelihatannya perubahan iklim ini menjadi satu tantangan ke depan yang pengaruhnya pada air," ujar Sekretaris Jenderal Kementan Hari Priyono di kantornya, Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Juli 2015.

Embung ini, jelas dia, akan dibangun di daerah endemis kekeringan seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku, Jawa dan lainnya. Anggaran tersebut nantinya diberikan secara langsung kepada para petani melalui insentif pertanian.

Ketika musim hujan tiba dengan persediaan air berlimpah, disitulah embung dipergunakan sebagai penampungan air. Saat kering melanda daerah pertanian, persedian air dalam embung dipergunakan untuk mengairi persawahan.
Menurut Hari, fase-fase kritis bertani itu berada pada masa tanam awal hingga munculnya malai (sekumpulan bunga padi). Ketika fase itu terlewati, ia meyakini tak akan terjadi gagal panen.

"Pada saat malai baru tumbuh dan kekeringan melanda, itu kan harus digenangi agar tidak gagal. Apabila itu terlewati, maka saya yakin pertanian kita akan selamat," papar dia.

Saat ini, tambah Hari, pihaknya telah memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air kepada para petani. Sebanyak 40 ribu pompa air telah didistribusikan ke beberapa daerah untuk menyedot dari sumber air, seperti sungai, dan dialiri ke daerah persawahan.

"Kita kemarin untuk antisipasi kekeringan itu mungkin ada sekitar Rp300 miliar. Anggaran itu untuk pompa air yang sudah didistribusikan," pungkas Hari.


(ABD)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

8 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /