Komisioner KY Jadi Tersangka, Pengamat Nilai Aparat Tak Paham Tata Negara

Arga sumantri    •    23 Juli 2015 08:55 WIB
sarpin effect
Komisioner KY Jadi Tersangka, Pengamat Nilai Aparat Tak Paham Tata Negara
Refly Harun (kiri). Foto: Ramdani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat hukum tata negara Refly Harun menilai penetapan dua Komisioner Komisi Yudisial (KY) sebagai tersangka mencerminkan aparat kepolisian yang tidak memahami konteks hukum ketatanegaraan. Menurut Refly, kasus yang tengah membelit dua komisioner KY, Suparman Marzuki dan Taufiqurrohman Syahuri mestinya bukan ditangani polisi.

"Dua komisioner KY jadi tersangka ini menurut saya menunjukkan aparat gagal memahami konteks ketatanegaraan kita. Memang bisa jadi seorang pejabat itu melanggar tata krama, etika dan sebagainya. Itu berarti harusnya yang dilakukan adalah penegakan kode etiknya, baik dari eksternal maupun internal," kata Refly kepada Metro TV, Kamis (23/7/2015).

Keberatan Hakim Sarpin Rizaldi terhadap dua komisioner KY itu, menurut Refly harusnya diselesaikan oleh komite etik. Sebab, jika terus ditangani kepolisian, berpotensi menimbulkan asumsi kriminalisasi.

"Keberatan sarpin terhadap KY, harus ada komite etik, karena dalam sidang komite etik juga bisa saja dipecat jika memang fatal bersalah secara etika. Tidak seperti sekarang yang seolah dikriminalisasi," tambahnya.

Refly menilai Bareskrim perlu mengkaji ulang kasus yang menjerat dua komisioner KY itu. Kelanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik yang diajukan hakim Sarpin atas dua komisioner KY saat ini sepenuhnya di tangan Bareskrim.

"Saya melihat kuncinya di Bareskrim. Mereka harus paham mana yang harus ditindaklanjuti dan tidak begitu penting untuk ditindaklanjuti. Bisa saja misalnya, Bareskrim melihat hal ini pantasnya diselesaikan di kode etik," beber Refly.

Sebelumnya, Sarpin melaporkan Ketua KY Suparman Marzuki dan komisoner KY Taufiqurrohman Syahuri ke Bareskrim Mabes Polri dengan No Pol: LP/335/III/2015/Bareskrim tertanggal 18 Maret 2015. Laporan dilakukan menyusul munculnya sejumlah kecaman setelah Sarpin memutuskan memenangkan gugatan praperadilan Budi Gunawan.

Sarpin sudah menyatakan terlanjur sakit hati dengan dua komisioner KY itu lantaran dianggap mencemarkan nama baik dirinya sebagai hakim. Tawaran mediasi yang difasilitasi oleh Menko Polhukam Tedjo Edi Purdjiatno pun ditolak Sarpin.


(KRI)

Llorente Bertekad Bobol Gawang Juventus
Jelang Juventus vs Tottenham Hotspur

Llorente Bertekad Bobol Gawang Juventus

16 minutes Ago

Menurut agen yang juga kakak Llorente, Jesus Llorente, sang pemain bertekad untuk mencetak gol …

BERITA LAINNYA
Video /