LPS Gunakan Rp4,5 Triliun Jaga Stabilitas Perbankan RI

Desi Angriani    •    23 Juli 2015 13:56 WIB
lps
LPS Gunakan Rp4,5 Triliun Jaga Stabilitas Perbankan RI
Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo (MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menggunakan dana sebesar Rp4,5 triliun dalam rangka menjaga stabilitas industri perbankan Tanah Air, termasuk digunakan untuk mengembalikan sejumlah dana kepada para nasabah dari sejumlah bank yang telah ditutup oleh LPS. Sehingga, secara tidak langsung memiliki dampak tersendiri terhadap stabilitas perekonomian nasional.

Ketua Dewan Komisioner LPS C. Heru Budiargo mengatakan, LPS telah melakukan sejumlah inisiatif guna menstabilkan kondisi industri perbankan di Indonesia. Premi yang didapatkan dari pelaku industri pun digunakan sesuai dengan kegunaannya. Tercatat, dalam 10 tahun terakhir, premi yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp50 triliun.

"Totalnya hanya Rp4,5 triliun yang dipakai untuk menjaga stabilitas dan membayar dana-dana nasabah yang ditutup (oleh LPS). Jadi, di situ perekonomian Indonesia baik. Dalam 10 tahun terakhir daya tahan perbankan juga baik. Bank yang ditutup juga bank-bank kecil sekelas BPR yang sifatnya moral hazard," kata Heru, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

Kendati menganggap perekonomian Indonesia dalam kondisi baik, namun Heru tak memungkiri ada tekanan tersendiri dari persoalan gagal bayar (default) Yunani terhadap utang kepada International Monetary Fund (IMF) dan tergerusnya pasar modal Tiongkok beberapa waktu lalu.

Walau demikian, Heru menilai dampaknya tidak terlalu besar terhadap perekonomian Indonesia. Kalaupun ada dampak, kondisi industri perbankan terbilang baik dan fundamental yang dimiliki ekonomi Indonesia tergolong kuat. Hal ini terlihat dari kuatnya struktur permodalan perbankan yang ada di level 20,5 persen dan non performing loan (NPL) berada di kisaran 2,45 persen.

"Sedangkan beberapa rasio kehati-hatian juga bagus. Loan to deposit ratio (LDR) tidak melampaui 90 persen. Angkanya di 87,9 persen dalam catatan saya. Jadi, kami hanya menyampaikan analisa kami sejauh ini tidak ada dampak yang signifikan. Tidak ada bank-bank yang bermasalah secara khusus akibat dari tekanan dari luar terhadap perekonomian kita," ujar Heru.

Lebih lanjut, Heru tak memungkiri perlambatan ekonomi telah terjadi di semester I-2015 ini. Namun, dirinya optimistis perekonomian Indonesia di semester II-2015 akan lebih baik lagi dibandingkan semester sebelumnya di 2015. "Pak Presiden juga menekankan harapannya dan keyakinannya bahwa dalam semester II-2015 pertumbuhan ekonomi akan normal kembali," pungkas Heru.



(ABD)

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo
Jelang Napoli vs Shakhtar Donetsk

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo

49 minutes Ago

Napoli dijadwalkan bentrok kontra Donetsk untuk memainkan matchday kelima Liga Champions 2017--…

BERITA LAINNYA
Video /