Hari Anak, JK Klaim Kekerasan Anak Berkurang

Husen Miftahudin    •    23 Juli 2015 18:22 WIB
hari anak nasional
Hari Anak, JK Klaim Kekerasan Anak Berkurang
Wapres Jusuf Kalla--Foto: Dok/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli ini merupakan tonggak kebangkitan Indonesia terhadap tingkat kekerasan pada anak-anak. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kekerasan terhadap anak kini terus berkurang seiring diberlakukannya Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

"(Adanya UU) kekerasan anak pasti berkurang dibanding zaman dulu. Zaman dulu tidak ada Undang-Undangnya, sekarang sudah ada Undang-Undangnya," ujar JK ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2015).

Ia menceritakan, seiring kemajuan zaman, ukuran kekerasan semakin berubah. Zaman dahulu, seorang anak yang dipukul orangtuanya menggunakan rotan bukan suatu tindak kekerasan. Melainkan salah satu peringatan dan pengajaran dari orangtua kepada anaknya.

"Zaman dulu kalau ada apa-apa itu dipukul, ya biasa saja. Tapi kalau sekarang ini menjadi tidak biasa dan diancam kena hukuman," jelasnya.

Media, sebut JK, juga berperan penting terhadap turunnya tingkat kekerasan pada anak. Pasalnya, ketika terdapat satu peristiwa di dalam rumah tangga yang tidak wajar dari orangtua kepada sang anak, seperti tindakan pemukulan, media ramai-ramai langsung memberitakan.

"Media juga langsung memberitakan kalau ada pemukulan pada anak. Padahal zaman dulu ketika kita dipukul oleh ayah, itu tidak ada yang beritakan. Tapi, sekarang jauh lebih baik dibandingkan dulu. Ya, selamat lah hari anak," tutup JK.


(MBM)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /