Kekerasan yang Melibatkan Kelompok Suporter Terjadi di Bantul

- 29 April 2013 08:36 wib
Dok Micom/cs
Dok Micom/cs

Metrotvnews.com, Bantul: Aksi kekerasan terjadi di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga menyebabkan sedikitnya empat orang terluka dan dua mobil rusak.

Aksi itu terjadi hanya beberapa jam setelah Persiba Bantul memenangi laga kandang melawan PSIR di Stadion Sultan Agung, Bantul. Dalam laga itu PSIR Rembang menyerah 1-7 dari tim tuan rumah, Minggu (28/4).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Media Indonesia, Senin (29/4), peristiwa tersebut berlangsung di ruas Jl Bantul tepatnya di Dusun Pucung, Desa Pendowoharjo. Di tempat ini puluhan pelaku dengan mengenakan kostum salah satu klub sepak bola mendatangi sejumlah pemuda yang sedang duduk di bawah gapura Pucung.

Tanpa banyak bicara orang-orang bersepeda motor ini langsung menyerang dengan senjata tajam. Akibatnya empat orang, Fajar Eko Saputro, Bagas Prabowo, Ratiko, dan Eko Denny terluka sabetan senjata tajam.

Denny yang ditemui di RS PKU Bantul mengatakan para penyerang ini jumlahnya belasan dengan menggunakan sepeda motor. "Dari arah selatan. Mereka berhenti dan menanyakan nama seseorang yang tidak kami ketahui," katanya.

Setelah dijawab, kelompok ini langsung mengeluarkan senjata tajam dan menyerang membabi buta. "Dan langsung pergi," kata Denny.

Sementara aksi perusakan mobil terjadi di Tembi. Mobil nomor polisi AB 1644 QZ yang dikendarai Hari Sulian, warga Jl Wonosari, dilempar batu hingga kaca depannya pecah.

"Kami berjalan pelan karena papasan dengan kelompok suporter yang konvoi dengan sepeda motor," katanya.

Saat menepi, tiba-tiba ada yang melemparkan batu-batu dan memecahkan kaca depan.

Hal yang sama juga dialami Munir, warga Timbulharjo, Bantul. Saat berpapasan mobilnya Suzuki Splash nomor polisi AB 181 HK dilempar batu di bagian belakang. "Kaca belakang pecah," katanya. Sampai ini polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini.

Masih belum diketahui apakah suporter yang dimaksud adalah Paserbumi--pendukung setia Persiba--atau The DampS yang merupakan fan PSIR. (AU)

()

INGGRIS
SPANYOL
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.