Lippo Group Tunjuk Rothschild Urusi IPO Cinemaxx

Ade Hapsari Lestarini    •    24 Juli 2015 11:48 WIB
lippo grup
Lippo Group Tunjuk Rothschild Urusi IPO Cinemaxx
Rothschild ditunjuk tangani IPO Cinemaxx di lantai bursa. FOTO: Antara/FIQIH ARFANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Lippo Group menunjuk Rothschild untuk berperan sebagai penasihat keuangan dalam rangka penawaran umum saham perdana (IPO) Cinemaxx (PT Cinemaxx Global Pasifik). Aksi ini akan menjadi platform IPO selanjutnya dalam tiga tahun ke depan.

Sejak mengumumkan niat mereka untuk memasuki industri bioskop pada 2013, Cinemaxx telah meluncurkan pembukaan besar-besaran di 2014 dengan rencana membangun hingga 2.000 layar dan 300 kompleks bioskop di 85 kota di Indonesia selama sepuluh tahun ke depan.

Lippo Group Indonesia diketahui menunjuk Deutsche Bank untuk mengucurkan dana sebesar USD100 juta bagi grup bioskop Cinemaxx. Penggelontoran dana ini untuk menyokong peluncuran 2.000 layar bioskop Cinemaxx di seluruh Indonesia.

"Penawaran ini akan memberikan kesempatan unik bagi investor strategis untuk memanfaatkan dinamika pembelanjaan konsumen menengah dan atas yang unik dan cepat berkembang di Indonesia," ungkap Direktur Lippo dan CEO Cinemaxx, Brian Riady, dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (24/7/2015).

Menurut dia, kesempatan ini menggabungkan permintaan konsumen yang besar dan belum tersentuh untuk materi dengan ekspansi mendetail dan rencana pelaksanaan untuk memberikan konten, dan dipimpin oleh grup layanan konsumen terbesar dan paling terkemuka di Indonesia.

"Kami telah menarik minat investor yang tertarik untuk berpartisipasi dalam kisah pertumbuhan kami. Kami telah membuat perkembangan nyata dalam mengembangkan bisnis dan kami percaya sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjajakinya. Kami bersemangat bekerja dengan Deutsche Bank dan Rothschild untuk mitra yang memiliki kesamaan visi," tambah dia.

Sementara itu, Direktur Rothschild Claire Suddens-Spiers mengatakan bahwa Lippo Group telah membangun pondasi yang kuat untuk membangun bisnis sinema nasional yang kuat.

Dengan populasi terbesar Asia Tenggara, kelas menengah yang berkembang cepat dan populasi anak muda yang melek teknologi, industri sinema Indonesia tetap terbelakang secara signifikan dengan kurang dari USD300 juta penjualan box office tahunan dan keberadaaan hanya sekitar 1.000 layar bioskop.

"Industri sinema di Indonesia mempunyai potensi besar untuk berkembang dari tahap sangat awal saat ini. Dibandingkan dengan negara-negara lain di wilayahnya, Indonesia sangat kekurangan layar bioskop dan hanya memiliki 3,7 layar per sejuta orang dibandingkan dengan 39,9 layar di Singapura," tukas ujar Executive Director Media Partners Asia Vivek Couto.

Sekadar informasi, Lippo adalah grup layanan swasta terbesar di Indonesia yang melayani lebih dari tiga puluh juta konsumen secara nasional. Footprint bisnisnya mencakup perusahaan terbesar Indonesia dalam department store fashion (138 Matahari Department Stores).

Kemudian hypermarket store (265 Hypermart, Foodmart dan Boston Drugs store), mal retail (62 Lippo Mall), pengembangan perumahan dan properti (Lippo Karawaci), provider cable dan internet broadband (First Media, Link Net, dan Bolt), dan layanan kesehatan (Siloam Hospital).


(AHL)

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions
Liga Champions 2017--2018

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions

20 hours Ago

Bek Barcelona Gerard Pique berharap timnya bisa bertemu Manchester City di Liga Champions musim…

BERITA LAINNYA
Video /