Marwan: Penguatan Ekonomi Berbasis Lokal Mampu Entaskan Daerah Tertinggal

Mohammad Adam    •    24 Juli 2015 13:08 WIB
desa tertinggal
Marwan: Penguatan Ekonomi Berbasis Lokal Mampu Entaskan Daerah Tertinggal
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Foto:MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, masih optimistis dapat mengurangi jumlah desa kategori tertinggal yang sepertiga jumlahnya berada di bagian timur Indonesia. Salah satu solusi terpenting yang akan dilancarkan saat ini, yakni penerapan pembangunan ekonomi berbasis lokal.

“Potensi di desa yang kategori tertinggal, akan mendapatkan perhatian sendiri untuk diberdayakan dan kembangkan. Baik dari sisi sarana dan prasarana, pendidikan hingga peningkatan sumber daya manusia,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2015).

Marwan menegaskan potensi lokal yang ada di wilayah timur Indonesia jika diberdayakan secara serius akan mampu mengurangi jumlah daerah tertinggal yang ada di Indonesia. Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi di Indonesia akan bisa menciptakan fasilitas-fasilitas umum yang kualitasnya akan semakin canggih.

Oleh karena itu, Kementerian Desa juga melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yang berada di daerah perbatasan yang mayoritas masih masuk daerah tertinggal. "Kerjasama dengan perguruan tinggi ini penting untuk mengangkat beberapa potensi ekonomi berbasis lokal,” kata Menteri kelahiran Pati, Jawa Tengah ini.

Dengan adanya bantuan dari perguruan tinggi yang ada, Marwan berharap bisa menciptakan sarana dan prasarana dan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. “Perguruan tinggi nantinya akan melakukan riset, potensi apa yang bisa dikembangkan dan apa saja kebutuhan yang perlu dipersiapkan,” kata Marwan.

Dengan tersedianya infrastruktur di beberapa daerah tertinggal, Marwan yakin penguatan ekonomi berbasis lokal bisa diwujudkan dalam banyak hal. Misalnya seperti pembentukan Desa wisata, BUMDes, ataupun meningkatkan produktifitas produk lokal dan dibekali dengan metode pemasaran yang baik.

“Era Desa membangun ini bisa dimanfaatkan dengan memunculkan kreatifitas dan inovasi yang muncul dari desa yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan. Jika ekonomi masyarakat desa meningkat arus perputaran uang yang dulunya hanya ada di perkotaan akan mulai masuk ke pedesaan,” kata dia.

Dengan langkah-langkah yang telah disusun Kementerian, Marwan yakin bisa mengentaskan jumlah desa tertinggal lebih dari target yang ditetapkan di RPJMN 2015-2019, yakni 5.000 desa. “Kami ditargetkan untuk mengentaskan 5.000 desa tertinggal, akan semua program bisa berjalan dengan baik, saya berharap bisa melebihi target,” katanya. 


(ADM)


Video /