Yeyen Tumena Tukangi Timnas U-23

- 30 April 2013 07:56 wib
MI/Rommy Pujianto/bo
MI/Rommy Pujianto/bo

Metrotvnews.com, Jakarta: Susunan kepelatihan tim nasional U23, perlahan-lahan mulai terbentuk. Setelah Rahmad Darmawan dan Aji Santoso, nama Yeyen Tumena juga akan mengisi daftar kepelatihan tim nasional di bawah umur 23 tahun itu.

Pengangkatan Yeyen Tumena ke dalam staf kepelatihan itu ditegaskan manajer timnas U-23 Edi Nurinda.

"Yeyen akan menjadi asisten pelatih," kata Edi di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (29/4).

Nama Yeyen Tumena sudah tidak asing di telinga penggemar sepak bola indonesia khususnya di timnas indonesia. Yeyen pernah menjadi asisten Rahmad Darmawan di timnas senior Indonesia ketika menghadapi Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno 23 Maret 2013 lalu.

Selain pernah menjadi asisten untuk tim nasional senior, Yeyen Tumena juga adalah mantan pemain tim nasional.

Yeyen menempati posisi sebagai bek atau pemain belakang. Sebagai pemain belakang Yeyen dikenal sangat tangguh di tim nasional Indonesia. Ia adalah hasil binaan program Primavera bersama sejumlah pemain lainnya seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Sugiantoro, dan Bima Sakti.

Selain posisi asisten pelatih yang di tempati Yeyen, Edi Nurinda juga mengatakan bahwa tempat pelatih untuk kiper sudah terisi. Edi Harto mendapat kesempatan menangani dan memberi pelatihan untuk kiper timnas Indonesia U-23. (Andra Iman Nurgegana)

()

INGGRIS
SPANYOL
JERMAN
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.