Menkeu Bambang: Rupiah Tak Terdepresiasi Sendirian

Husen Miftahudin    •    24 Juli 2015 17:15 WIB
rupiah melemah
Menkeu Bambang: Rupiah Tak Terdepresiasi Sendirian
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pembukaan pagi ini terpantau masih mengalami pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (24/7/2015), nilai tukar rupiah melemah 36 poin ke angka Rp13.456 per USD dari Rp13.420 per USD pada perdagangan kemarin.

Melihat kondisi ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan pelemahan mata uang Garuda ini disebabkan bank sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuannya.

"Ada statement yang mengatakan bahwa Fed Rate akan naik tahun ini dan otomatis akhirnya dolar akan menguat," ujar Bambang di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015).

Menurut dia, hal ini merupakan fenomena global yang sulit dihindari. Bahkan, mata uang lain yang biasanya kuat terhadap kenaikan suku bunga acuan AS, kali ini menyerah dan harus tersungkur seperti rupiah.

"Intinya memang fenomena global, di mana beberapa mata uang yang biasanya tahan terhadap penguatan dolar juga tetap mengalami ‎pelemahan. Contoh bath Thailand dan peso Filipina, biasa keduanya tidak terpengaruh, sekarang terdepresiasi atas statement itu," pungkas Bambang.


(AHL)


Video /